Rabu, 15 April 2026

Air Mati, Warga Batuaji Gunakan Air Kolam Bekas Galian untuk Mencuci dan Mandi

Berita Terkait

batampos.co.id – Krisisi air bersih masih berlanjut di wilayah Batuaji dan Sagulung. aktifitas rumah tangga mulai lumpuh total.

Pakaian dan perlengkapan dapur kotor menumpuk di setiap rumah. Untuk kebutuhan mandi dan masak warga harus merogoh kocek lebih dalam dengan membeli air galon isi ulang.

“Dari semalam sudah enam galon saya beli buat mandi dan cuci piring,” ujar Budi, warga Perumnas, Sagulung, Kamis (22/8/2019).

Sudah 3 hari warga Marina dan Tanjunguncang, menggunakan air kolam di kolam buatan di Marina untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK) akibat suplai air bersih dari PT ATB terhenti. Foto: Eja/batampos.co.id

Kata dia, per galon dirinya harus mengeluarkan Rp 11 ribu. Harga tersebut ditebusnya karena mau tidak mau harus membeli air galon bermerk.

“Depot isi ulang tak ada lagi, kata stok air juga habis,” jelasnya lagi.

Berbeda dengan warga Marina dan Tanjunguncang, sudah tiga hari ini mereka menggunakan air kolam di kolam buatan di Marina.

 

Kolam yang pernah merenggut nyawa bocah di sekitar lokasi menjadi alternatif bagi masyarakat, karena tidak ada pilihan lain.

Sementara mata air di sekitar hutan Seitemiang kering karena musim kemarau.

“Kalau masak dan minum bisalah bel air galon di minimarket, tapi mandi sama cuci mau tak mau pakai air kolam ini,” kata Matias, warga Marina.(eja)

Update