Kamis, 5 Februari 2026

Air Tak Mengalir, Lagi

Berita Terkait

batampos.co.id – Fatur, 39, warga Air Kolek, mengaku, sudah dua hari kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan solusi mengatasi kekurangan air.

Sejak dua hari terakhir, air PDAM tidak mengalir lancar lagi, setelah kondisinya sempat normal minggu lalu. Akibatnya, warga Ranai mengeluh kekurangan air bersih.

”Sudah dua hari air PDAM mati, air di bak penampung di rumah sudah kosong. Buat mandi dan masak sudah bi-ngung sekarang,” tutur Fatur, Rabu (21/8/2019).

Kekurangan air tidak hanya di wilayah Air Kolek, warga Kampung Jemengan juga mengalami kondisi yang sama. Warga harus menggunakan mesin pompa untuk menyedot air di pipa PDAM.

”Solusinya air di pipa PDAM harus disedot. Banyak warga begitu sekarang, jika tidak airnya tidak keluar,” tutur salah seorang warga Jemengan.

Kekurangan air bersih di Ranai dan beberapa kelurahan di Kecamatan Bunguran Timur masih menjadi persoalan.

Kondisi ini diperparah lambatnya pihak Pemkab memberikan solusi pelayanan kepada masyarakat.

Sementara di kecamatan lain, pemerintah sudah memba-ngun bendungan untuk menyiapkan cadangan air baku untuk jangka panjang, se-perti di Pulau Laut dan Desa Teluk Buton.

Suparman, warga Ranai, menilai, semestinya peme-rintah membangun bendu-ngan untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Kecamatan Bunguran Timur yang padat penduduk.

”Pemerintah pusat sudah menyediakan anggaran dari tahun 2015 lalu. Tapi pemerintah daerah sendiri tidak begitu meres-ponnya,” ujar Suparman.

Sementara berdasarkan prakirawan cuaca di wilayah Natuna, suhu di Natuna cukup panas. Yakni mencapai 34 derajat Celcius pada siang hari. (arn)

Update