CATATAN saya pekan ini, bukan hanya kecil, tapi kurang penting. Soal remeh-temeh. Tentang kehadiran saya pada malam resepsi peringatan ulang tahun kemerdekaan Singapura di sebuah hotel di Batam, pekan lalu. Acaranya sendiri adalah peristiwa penting. Sakral. Namanya saja kan peringatan kemerdekaan sebuah negara. Saya diundang rutin setiap tahun oleh Konsulat Singapura.

Malam itu, Kamis (15/8), saya agak terlambat sampai ke lokasi. Maklum, di undangan tertera jam acaranya pukul 18.30 WIB.

Waktu Magrib kan agak malam. Jadi, saya salat dulu baru meluncur ke lokasi di sebuah hotel di bilangan Nagoya, Batam.

Sampai di sana, ternyata acara sudah berlangsung. Pesta peringatannya sendiri ala standing party. Tamu makan dan minum sambil berdiri. Ini kurang cocok dengan saya.

Haha.

Saya bertemu beberapa pesohor, selain tuan rumah, menteri Singapura dan beberapa pejabat dan staf Konsulat. Ada Asisten Setdaprov Kepri Syam-sul Bahrum, Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi, pengusaha Abidin, mantan Kepala OB Ismeth Abdullah, mantan Wagub Soerya Rrespationo, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, anggota DPRD Batam Helmy Hemilton, Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi, Asisten Setko Batam Zarefriadi, Ketua PMI Batam Ibu Sri Soedarsono, Ketua PG Batam Ruslan Ali Wasyim, dan banyak lagi nama beken lainnya dari kalangan pengusaha.

Malam itu, suasana peringatannya berlangsung sederhana. Hanya ada beberapa kali penampilan paduan suara. Sesi pidato pun tak berlama-lama. Dekorasi ruangan dan pakaian tetamu didominasi merah. Mirip peringatan HUT RI saja. Warna bendera Singapura dengan Indonesia memang ada kemiripan. Merah dan Putih. Bedanya pada bulan dan bintang saja.

Saya sempat berbincang beberapa saat dengan Ismeth Abdullah.

Dia berbisik ke saya, “Provinsimu ini salah urus. Salah urus. Pertumbuhan ekonominya lambat, lapangan kerja susah”.

Saya hanya tersenyum. Tapi saya singgung soal rencananya nyalon di Pilkada Kepri 2020. Dia balik tersenyum dengan mengangkat kedua tangannya. Khas Ismeth.

Saat berpapasan dengan HM Soerya Respationo, saya menyapa dan menyalami ketua DPD PDIP Kepri itu. Tak jauh dari kami berdiri nampak Asmin Patros dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak. Soerya berkata kepada saya, “Nanti kita ketemu ya, Mas?”

Ah, itu hanya nukilan pertemuan singkat di sela pesta kemerdekaan Singapura di tanah Batam. Tak ada yang istimewa dari acaranya. Namun, karena di situ para pesohor bertemu dari berbagai latar belakang profesi, maka dia menjadi ajang lobi-lobi. Tapi sambil berdiri.

Hehehe.

Sejak memimpin di redaksi Batam Pos tahun 2005-2008, hingga kini (ketika tidak lagi di redaksi), saya selalu diundang oleh Konsulat Singapura. Mereka punya database orang-orang yang mereka anggap perlu diundang. Soal database ini, Singapura jangan ditandingi.

Kebetulan saya adalah salah satu alumni ELC (English Language Course) Singapura, 10 tahun yang lalu. ELC ini semacam kursus singkat Bahasa Inggris yang diselenggarakan pemerintah Singapura bersama Mediacorp, grup media milik pemerintah. Syamsul Bahrum masih tercatat sebagai ketua alumni di Kepri. Di Kepri dan Riau, ada ratusan alumni ELC Singapura. Sayang, program tersebut tak terdengar lagi belakangan ini. Padahal, saya merasa, ELC adalah salah satu saluran awal ketika saya dapat kesempatan keliling Amerika (program IVLP) dua tahun kemudian atas inisiasi Kemenlu Amerika.

Sisi positif sebagai alumnsi ELC, sampai hari ini, tak pernah sekalipun saya tertahan di pintu masuk Singapura, baik jalur laut maupun udara. Sebab, mungkin kami yang alumni ELC, tercatat rapi dalam database mereka dan dianggap “clear and clean”, hehehe. Begitu juga ketika keliling Amerika, dulu itu, ada teman yang tertahan di secondary inspection, saya aman saja.

Kembali ke peringatan HUT Singapura, saya merasa diper-lakukan secara baik, diundang setiap tahun, meskipun beberapa kali saya abstain. Meskipun juga saya tak pernah dapat penghargaan apapun dari negara tersebut.

Beda dengan peringatan HUT RI di sini, walaupun saya penerima Anugerah Batam Madani 2018 (penghargaan dari Pemko Batam), baru tahun ini panitia “lupa” mengundang saya. Hahaha...(*)