batampos.co.id – Dana Bantuan Sosial (Bansos) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan (APBD-P) Kota Batam naik di banding APBD murni awal tahun. Dari semula Rp 3,3 miliar di APBD murni 2019, naik menjadi Rp 6,3 miliar di APBD-P.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Batam Abdul Malik mengatakan, peningkatan ini terkait dana persiapan jika ada kejadian atau bencana yang perlu penanganan secepatnya.

”Untuk antisipasi jika ada hal yang masyarakat butuhkan, seperti kebakaran. Itulah gunanya,” kata Abdul Malik, Rabu (21/8/2019).

Ia mengatakan, ketika dibutuhkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan terlebih dahulu mengusulkan ke BPKAD. Selanjutnya, pencairan akan disesuaikan de-ngan kebutuhan.

”Intinya dana ini, untuk penanganan yang bersifat sosial yang perlu penanganan secepatnya,” imbuhnya.

Menurut dia, anggaran tersebut tidak digunakan untuk hal lain kecuali peruntukannya. Jika tidak digunakan, akan kembali ke kas daerah.

”Kalau tidak ada bencana, anggarannya masuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA),” ungkapnya.

Anggota DPRD Batam Aman mengatakan, kenaikan dana bansos di APBD-P disebabkan adanya sejumlah kejadian bencana alam di 2019.

Sementara, Dinas Sosial yang membawahi masalah kebencanaan tidak menganggarkan untuk itu, sehingga untuk membantu korban kebakaran, pemerintah daerah mengambil dari biaya tak terduga.

”Pos apa saja dan berapa jumlahnya, detail ada di Pak Malik. Tapi yang jelas, salah satunya dapur umum korban kebakaran, karena aturannya harus masuk di pos bansos, sementara tidak dianggarkan, maka di APBD Perubahan ini harus diakomodir menjadi bagian yang tidak dipisahkan,” ujarnya lagi. (iza)