batampos.co.id – Iklim usaha di Kota Batam belum stabil dan kurang kondusif. Hal ini menyebabkan salah satu perusahaan asal Jepang yang beroperasi di kawasan Asia Tenggara itu, memilih angkat kaki.
Perusahaan tersebut adalah PT Foster. Perusahaan yang bergerak di bidang elektronik berupa speaker memilih hijrah ke Myanmar.
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, menuturkan, perusahaan yang dinyatakan tidak beroperasi untuk kuartal pertama 2019 hanya PT Foster saja.
Dia menyebutkan PT Foster sudah berencana relokasi sejak beberapa tahun lalu.
Menurut Tjaw Hioeng, kepindahan Foster juga akibat frekuensi demonstrasi yang sering terjadi beberapa tahun terakhir.

”Saya kira tentu ini menjadi salah satu faktor, sebab dalam segi produktivitas jadi terkendala seperti keterlambatan produksi sehingga perusahaan dirugikan,” katanya, Kamis (22/8/2019).
“Alhasil perusahaan mengalihkan ke negara pesaing,” ujarnya lagi.
Terkait hak dan kewajiban perusahaan, dari total 2.500 karyawan yang didominasi karyawan kontrak, saat ini menyisakan tujuh orang saja dan dalam proses penyelesaian administrasi.
”Hak dan kewajiban sudah di-tuntaskan sesuai UU Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Selanjutnya, PT Unisem yang dikabarkan September nanti berhenti beroperasi, tetap menjalankan produksi hingga 2020.
”Saat ini produksi orderan perusahaan ini masih jalan. Secara legal (PT Unisem) belum dinyatakan tutup,” terangnya.(leo/cr1)
