batampos.co.id – Memberikan pemahaman lebih soal migas di Kepulauan Riau (Kepri), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akan mengha-dirkan Migas Center. Dalam tahun ini juga, Migas Center tersebut akan didirikan, tepatnya di Universitas Putera Batam.

Demikian disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumatera Bagian Utara, Avicenia Darwis, dalam forum diskusi dengan tema ”Kontribusi Sektor Hulu Migas dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Radisson Golf & Convention Centre Batam, Kamis (22/8).

”Sebelumnya, Migas Center ini sudah ada di Universitas Andalas, selanjutnya akan didirikan di Universitas Sumatera Utara (USU), dan di Aceh pada awal 2020 nanti,” ujar Avicenia Darwis.

Forum diskusi hulu migas yang digelar sehari itu, dikatakan Avicenia Darwis, bukan hanya untuk memberikan gambaran dan pemahaman kepada seluruh pemangku kepentingan mengenai kontribusi sektor hulu migas bagi perekonomian daerah, tetapi juga untuk membangun sinergi agar bisa mengoptimalkan kontribusi tersebut di daerah-daerah penghasil migas.

Secara langsung maupun tidak langsung kehadiran industri hulu migas memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian nasional dan regional, namun khususnya memberikan dampak di sekitar wilayah operasi hulu migas.

”Diskusi yang kami gagas pada saat ini di wilayah Sumatera bagian Utara bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kontribusi ekonomi dari sektor hulu migas khususnya di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Avicenia Darwis dalam sambutannya, kemarin.

Sementara Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto memberikan apresiasi kepada SKK Migas dan KKKS yang telah membantu pelatihan dan pendidikan putra-putri daerah Kepulauan Riau.

Plt Gubernur Kepri Isdianto foto bersama pimpinan SKK Migas serta tamu undangan saat acara forum diskusi, Kamis (22/8).

”Saya harap ke depannya SKK Migas terus membantu kami dalam bidang pendidikan, karena sesuai dengan visi presiden pada perayaan kemerdekaan tahun ini, SDM unggul menjadi yang baik demi kemajuan daerah,” kata Isdianto.

Hal senada juga disampaikan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, dan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris di awal forum.

Isdianto juga berharap, forum diskusi yang dilaksanakan itu melahirkan komitmen-komitmen pro masyarakat, khususnya masyarakat Kepri.

Forum diskusi yang dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan menghadirkan nara sumber Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santusa, Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Avicenia Darwis, Kasubdit Pengembangan Wilayah Kerja Nonkonvensional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Doddy Pribadi, Commercial Manager PT Saipem Indonesia Budi Karnadi.

Dalam sesi diskusi panel, Kasubdit Pengembangan Wilayah Kerja Nonkonvensional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Doddy Pribadi memberikan gambaran umum kontribusi hulu migas, terutama efek berganda yang berdampak pada industri nasional.
Sementara Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santusa mengelaborasi sistem optimalisasi kemampuan lokal pada kegiatan usaha hulu migas. (yos)