batampos.co.id – Satu per satu investor baik dari lokal maupun asing mulai menjejakkan kaki di Batam.

Dari lokal, mulai dari Ilthabi, Sarinah, dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) akan masuk ke Batam.

Sementara dari asing, Apple membangun Akademi Apple di Nongsa Digital Park.

”Sekarang memang konsentrasi industri digital 4.0. Batam sudah ada baik itu industri maupun pendidikan. Contohnya ada Akademi Apple,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawadi, Kamis (22/8/2019).

Alasan Apple membangun akademi di Batam, karena untuk memenuhi peraturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di Indonesia.

Peraturan tersebut menyebabkan eksportir smartphone asing harus membangun pabrik yang bermitra dengan perusahaan lokal, atau membangun fasilitas pendidikan.

Dengan begitu, maka Apple bisa memasarkan produknya dengan mudah di Indonesia.
Apple telah membuka kelas baru yang pendaftarannya dimulai sejak Juli lalu.

Produsen smartphone premium ini merekrut 100 siswa terpilih yang akan dididik kurang lebih sembilan bulan untuk menjadi developer program smartphone.

Kawasan Industri di Kota Batam. Foto: Dokuemntasi Batam Pos.

”Selain itu, ada juga pendidikan penerbangan di Poltek. Dengan begitu, Batam ini sudah punya nilai tambah yang tinggi,” katanya.

Untuk investor lokal, nama Sarinah dan PPI. Nama kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengemuka karena akan ikut membantu membangun pusat logistik berikat (PLB) di Batam. Keduanya bergerak di bidang retail.

”Sarinah mau lakukan sinergi BUMN untuk kembangkan logistik hub di Pelabuhan Beton Sekupang,” jelasnya.

“Tujuannya untuk tingkatkan optimalisasi jalur laut sebagai hub suplai barang,” katanya lagi.

Rencana kerja Sarinah yakni menjadikan aset BP Batam seperti Gedung Beringin dan Gudang Persero di Pelabuhan Sekupang sebagai PLB untuk menimbun barang ekspor.

”Karena Sarinah itu supplier, nanti barangnya diangkut Pelni. Rencananya nanti dimulai pada Oktober,” jelasnya.

Sedangkan PPI ingin membangun pusat etalase produk ekspor dan kedai kopi bernama Kopari di sekitar Gedung BP Batam.

”Mereka sudah dua kali datang ke sini. Nanti mereka mau promosikan produk khas Indonesia seperti Akar Wangi Tasikmalaya, Kayu Manis Jambi, Minyak Gambir Padang, Kopi Kuala Tungkal, dan lain-lain,” ungkapnya.

Sekarang berkas kedua BUMN tersebut sudah sampai di Biro Umum BP Batam. Dalam dua atau tiga ke depan akan selesai.(leo)