batampos.co.id – Puskesmas Tanjunguncang yang baru setahun berjalan, terus berbenah. Puskesmas ini akan segera menjalani proses akreditasi, sebab tahun depan akan dijadikan rumah sakit umum bertipe D.

Puskesmas yang berada persis di depan rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam Tanjunguncang I itu, telah memiliki fasilitas dan petugas medis yang memadai. Meskipun masih terbatas dengan pelayanan rawat jalan atau poliklinik, namun hampir semua kebutuhan pasien terakomodir dengan baik.

“Rawat jalan lagi dipersiapkan. Ini lagi terus dibenahi. Untuk alat dan petugas, sudah cukup maksimal. Tinggal penambahan untuk peralatan rawat inap saja,” ujar Kepala Puskesmas Tanjunguncang Nur’ani, Rabu (21/8).

Layanan medis yang tersedia di Puskesmas Tanjunguncang di antaranya; poli umum, anak, kesehatan ibu dan lansia. Pasien yang berobat umumnya terakomodir dengan baik sebab keluhan penyakit mendasar yang bisa ditangani di poliklinik yang ada di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menuturkan hal yang sama. Pembenahan Puskesmas Tanjunguncang untuk dijadikan rumah sakit bertipe D terus digodok dengan terus mengadakan peralatan dan perlengkapan medis pendukung lainnya.
“Sedang kami usahakan. Tapi tahun ini (puskesmas) yang di Kampung Jabi dulu kita naikkan jadi rumah sakit tipe D. Tahun depan baru Tanjunguncang. Mau diakreditasi dulu yang Tanjunguncang itu,” ujar Didi.

Petugas medis di Puskesmas Tanjunguncang, sebut Didi, sudah mencukupi. Ada 20 orang. Petugas akan ditambah jika puskesmas tersebut membuka layanan rawat inap atau naik jadi rumah sakit tipe D nantinya.

Step by step (bertahap) kita benahi. Nanti akan dilengkapi jika sudah jadi rumah sakit,” kata Didi.

Meskipun masih berstatus puskesmas melayani pasien rawat jalan, sejauh ini pelaya-nan di puskemas tersebut sudah berjalan dengan baik. Pasien yang dilayani bisa di atas 100 orang per hari.

Suyanto, tokoh masyarakat Tanjunguncang menyambut baik rencana menaikkan status puskesmas ke rumah sakit tersebut. Dia berharap agar rencana itu benar direalisasikan sebab untuk rawat inap memang belum ada di wilayah Tanjunguncang.

Selama ini, pasien rawat ini harus dilarikan ke Puskesmas Batuaji ataupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

“Itu bagus karena selama ini kami kesusahan mencari rumah sakit rawat inap. Di sini (Tanjunguncang) yang ada rawat inap baru satu klinik swasta. Semoga ini benar-benar direalisasikan supaya tak perlu jauh-jauh lagi cari rumah sakit,” ujar Suyanto. (eja)