batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) berhasil meraih penghargaan sebagai TOP GRC 2019 #4 Stars, dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso Soewarto dinobatkan sebagai The Most Committed GRC Leaders 2019 di ajang Top Governance Risk & Compliance Summit 2019 yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (22/8) lalu.

Penghargaan TOP GRC 2019 mengusung tema ”Sustaining Through Integrated GRC” dan melibatkan 500 perusahaan di Indonesia.

Penilaian dilakukan oleh tim independen yang berlangsung sejak Februari-Juli 2019.

”Kami bersyukur dan bangga atas penghargaan yang berhasil diraih PGN dalam ajang Top GRC 2019,” jelas Gigih Prakoso di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

“Ini merupakan hasil kerja sama dan bukti komitmen seluruh insan PGN untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik di setiap proses bisnis perusahaan,” kata dia lagi.

TOP GRC 2019 merupakan ajang penilaian untuk Governance, Risk & Compliance terintegrasi yang diimplementasikan perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan PT PGN Rahmat Hutama (tengah) menunjukkan piala TOP GRC 2019, Kamis (22/8) lalu. Foto: PGN untuk Batam Pos

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengatakan, dalam upaya mencapai tujuan sebagai perusahaan energi kelas dunia, PGN senantiasa menjalankan tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh proses bisnis.

Hal ini juga berlaku terhadap entitas anak perusahaan PGN.

”Prinsip tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi DNA bagi setiap insan PGN di semua level manajemen,” jelasnya.

“Komitmen inilah yang semaki­n memperkuat posisi PGN sebagai pionir pemaanfaatan ga­s bumi selama lebih dari se­tengah abad ini,” kata Rach­mat lagi­.

Lebih lanjut Rachmat mene­gaskan, PGN secara rutin setiap minggu melakukan pemantauan dan assessment kinerja seluruh pekerja, baik di operasional kantor pusat, area serta perwakilan luar negeri terkait dengan ki-nerja pekerja tersebut.

Seluruh pekerja wajib me­lakukan assessment ini dengan menjawab kuisioner yang dikirimkan melalui media elektronik.

Dalam prosesnya, setiap kepala bagian bidang masing-masing wajib mengetahui kinerja SDM nya.

Dengan penilaian ini, kinerja setiap pekerja dapat dipantau, sehingga pemenuhan terhadap Key Performance Indicators (KPI) dapat dimonitor.

Assessment ini akan mendorong setiap pekerja untuk terus mencapai level terbaiknya. Perusahaan juga memberikan reward and punishment sesuai dengan kinerja yang terukur,” ujarnya.(*)