batampos.co.id – Hutan yang masuk dalam kawasan keselamatan operasional penerba-ngan (KSOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Batam terbakar hebat sejak Sabtu (24/8) siang pukul 14.30 WIB. Hingga berita ini diketik tadi malam, petugas pemadam kebakaran masih berjuang keras untuk memadamkan api.

Tim pemadam yang diterjunkan memang kesulitan memadamkan karena titik kebakaran terpencar menjadi tiga. Salah satunya di dekat bundaran atau di depan Perumahan Cendana.

Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite membenarkan kejadian itu. Ia mengungkapkan kebakaran bermula di hutan depan kawasan Perumahan Cendana.

”Setelah kebakaran di sana dipadamkan. Tak berapa lama, kebakaran di hutan Kawasan Bandara yang lokasi-nya tak jauh,” katanya.

Apakah percikan api kebakaran di hutan Cendana mencapai ke kawasan bandara yang terbelah oleh jalan raya? Sihite menga-takan memang ada dugaan akibat bara terbawa angin. Di-tambah lagi kondisi di kawasan bandara dan sekitarnya akhir-akhir ini cukup kering karena hujan jarang turun.

Satgas Karhutla yang terdiri dari Damkar BP, Damkar Pemko, TNI, Kepolisian dari Polda Kepri, Polresta Barelang, dan Polsek Nongsa berjuang memadamkan api yang membakar hutan area Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (24/8) malam.

”Tapi masih belum pasti, yang jelas kami berusaha padamkan api di sini dulu. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Ia mengatakan, hingga pukul 20.39 WIB api mulai bisa dipa­dam­kan. Ia mengaku menurunkan puluhan anggotanya untuk membantu memadamkan api.

”Anggota saya ada 10 orang dibantu tim dari Satuan Tugas Karhutla Polda Kepri, Polresta Barelang, BP Batam, dan Damkar Pemkot Batam,” ujar kapolsek yang juga terjun ke lokasi kejadian.

Terkait kebakaran ini, Direktur Badan Usaha Bandara Hang Nadim Suwarso mengaku tidak menganggu aktivitas penerbangan di Hang Nadim. Walaupun ada penerbangan malam, dini hari nanti.

”Penerbangan tetap lanjut. Kita masih buka kok,” ungkapnya.

Untuk memadamkan api, Pemko Batam menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air Polda Kepri, dua Mobil Water Canon Polresta Barelang, serta dua mobil tangki air dari Manggala Agni, lalu mobil Damkar dari BP Batam yang kesemuanya bagian dari Sagas Karhutla. (ska/nur)