batampos.co.id – Setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat di Kota Batam, harus dibarengi dengan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Hal itu menjadi wujud nyata semangat tagar #Batamilikita (Batam Milik Kita) yang digaungkan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Seperti di acara Pesta Anak Pantai Kecamatan Sekupang di Tanjungriau, Minggu (25/8/2019).

Tak terlihat sampah sisa makanan yang dibuang sembarangan. Meskipun banyak pedagang kuliner di sekitar lokasi acara.

Salah satu metode yang diterapkan, yakni mengajak anak-anak memungut sampah di sekitar lokasi.

Tiap satu kantong sampah yang dipungut bisa ditukar dengan botol minuman.

Anak-anak antusias menukarkan sampah dalam kantong yang dikumpulkan dengan botol minuman di Sekupang, Minggu (25/8/2019). Foto: Disbudpar Batam untuk batampos.co.id

“Kegiatan lain patut mencontoh upaya menjaga kebersihan seperti ini. Apabila ingin acaranya menjadi agenda pariwisata, kebersihan harus menjadi perhatian,” tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

Dalam upaya menjaga kebersihan di lokasi acara, panitia menyiapkan tempat sampah di banyak titik.

Selain itu juga ada kegiatan pengumpulan sampah yang ditaja tim Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).

Menurutnya, kesadaran dan semangat untuk menjaga kebersihan harus digalakkan.

Terlebih, Batam tengah berupaya untuk menjadi kota yang mengandalkan pariwisata untuk menunjang berbagai sektor ekonomi kerakyatan.

“Kami mengapresiasi semangat masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kebersihan ini penting untuk pariwisata,” ujar Ardi.

Kebersihan, menurut Ardi, merupakan bagian dari sapta atau tujug pesona pariwisata. Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan untuk menarik wisatawan berkunjung.

Kebersihan merupakan poin ketiga dari tujuh pesona wisata Indonesia. Di samping keamanan, ketertiban, kesejukan, keindahan, keramah-tamahan, dan kenangan.(yui)