batampos.co.id – Infrastruktur jalan di Pulau Belakangpadang terus ditingkatkan. Hal ini dibangun selain untuk memperlancar kegiatan masyarakat juga dimaksudkan menunjang potensi wisata daerah tersebut.

Salah satunya yakni peningkatan jalan antara Kelurahan Sekanak Raya dan Kelurahan Tanjung Sari. Kehadiran jalan ini diproyeksikan mendukung aksesbilitas antar dua kelurahan tersebut. Apalagi, jalan ini juga menghubungkan ke sejumlah fasilitas umum seperti stadion sepak bola, juga ke kantor kecamatan.

“Pada prinsipnya yang kita inginkan impactnya adalah peningkatan kondisi ekonomi masyarakat. Jalan lancar, ekonomi akan meningkat,” ucap Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Eryudhi Apriadi, kemarin.

Sesuai arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, jalan tersebut ditargetkan selesai pada November mendatang.

Tidak hanya itu, rencana pelebaran jalan utama yang memanjang dari Langlang Laut ke gedung Nasional juga kerap disampaikan walikota ketika ke Belakangpadang. Maka dari itu, Disperkimtan merencanakan peningkatan jalan ini akan dilakukan tahun 2020 mendatang

“Pak wali sudah sejak lama ingin jalan ini diperlebar. Untuk tahun ini kami koordinasikan dulu. DED memang belum juga. Tapi saya kira tahun depan itu langsung pelaksanaan,” kata Eryudhi.

Becak berjejer di Jalan dekat Langlang Laut Belakangpadang. Tahun 2020 mendatang, Disperkimtan akan melebarkan jalan ini.
foto: batampos.co.id / adiansyah

Soal utilitas lain pendukung jalan seperti pedestrian, pihaknya juga tengah memikirkan hal tersebut. Yang pasti, kata dia, pihaknya fokus pada pelebaran terlebih dahulu.

“Selain untuk masyarakat, ini (infrastruktur) dimaksudkan menambah daya tarik Belakangpadang agar semakin banyak dikunjungi wisatawan,” papar dia.

Sementara itu, Camat Belakangpadang Yudi Admaji menyebutkan, selain dua proyek jalan yang disebutkan tersebut, jalan pemukiman di Belakangpadang juga terbantu Program Percepatan Infrastruktur kelurahan (PIK) dan dana kelurahan dari Dana Alokasi Khusus (DAU) tambahan dari pemerintah pusat.

“Akses jalan di sini setiap tahun meningkat,” kata Yudi di Belakangpadang, Sabtu (3/8).

Menurutnya, dengan akses yang terus membaik, dapat menunjang Belakangpadang sebagai daerah yang sudah lama dikenal dengan tujuan wisata.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menargetkan Batam bebas jalan rusak pada 2025 mendatang. Selain jalan protokol, pihaknya juga fokus meningkatkan jalan hingga ke pemukiman warga, baik dari anggaran dinas maupun melalui program Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK). Apalagi kini, Batam juga mendapat bantuan dari Pemprov Kepri maupun dari pemerintah pusat.

“Kami siapkan jalan umurnya harus 50 tahun, jadi tidak bolak balik asik perbaiki jalan saja ke depan,” imbuhnya, menerangkan kualitas jalan utama, belum lama ini. (iza)