batampos.co.id – Cuaca panas dan rendahnya intensitas hujan di Batam membawa petaka bagi petani sayur lokal di daerah Barelang dan Marina.

Pasalnya, sayuran yang ditanam selama sebulan terakhir ini terancam gagal panen sebab selain layu dan kekeringan, juga diserbu hama serangga pemakan daun sayuran.

Misalnya sayur bayam dan sawi sama sekali tak hidup karena minimnya hujan tersebut. Siraman air kolam yang diupayakan para petani juga tak mengubah keadaan sebab suhu udara yang panas mempengarui pertumbuhan sayur.

”Untuk kebutuhan air sih masih cukup karena masih ada kolam yang belum kering,” ujar Usman, petani sayur di Barelang, Minggu (25/8/2019).

“Masalahnya di suhu udara dan cuaca panas yang ektrem ini sayur tak bertahan,” kata dia lagi.

Ia mencontohkan, kangkung yang bisa dibilang tanaman sayur paling bandel juga gagal panen.

Kata dia, selama musim kemarau, persoalan serius yang dihadapi petani sayur adalah hama serangga.

Petani sayur di Kota Batam mengalami gagal panen karena musim kemarau panjang yang melanda Kota Batam. Foto: Eja/batampos.co.id

Jika tanaman sayur jadi, maka sayuran daun seperti kangkung, bayam dan sawi akan dirusak oleh hama serangga yang sangat banyak selama musim panas ini.

Imbasnya kata dia, sudah pasti hasil panen menurun dan bahkan jika kemarau masih terus berlanjut hingga dua pekan ke depan, dipastikan tak ada hasil panen sama sekali.

”Kalau dua minggu lagi panas terus maka tak berani kami tanam lagi,” kata Arnold, petani lain di Marina.

“Biarlah istirahat dulu tunggu sampai musim hujan, percuma juga kalau tanam sekarang tak akan bisa panen,” ujarnya lagi.

Gagal panen petani sayur lokal ini sedikit berdampak bagi pasokan sayur segar di pasaran Batam.

Pasokan sayur jadi minim sebab hanya bergantung pada sayur dari luar Batam. Imbasnya, harga sayur berpotensi naik mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 3 ribu per kilogram.(eja)