batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjelaskan, alasan dirinya meminta kontraktor untuk membongkar kembali ruas jalan Laksamana Bintan dikarenakan tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Menurut dia, saat rapat bersama kontraktor pihaknya meminta agar jalan dari underpass ke patung kuda dibuat lurus.

“Saya minta tarik garis lurus (jalan lurus), mereka bilang iya. Tapi mungkin lupa mereka, yang dibuat malah melengkung seperti eksisting (keadaan) sekarang,” katanya, Senin (26/8/2019).

Kata dia, dengan membuat jalan tersebut lurus, pembangunan masing-masing lima hingga enam lajur akan lebih mudah.

”Menarik garis lurus membuat mediannya bergeser 1.000 persen, bukan lagi 100 persen,” ujarnya.

Proyek pelebaran jalan di kawasan Seipanas, tepatnya di Jalan Laksamana Bintan dibongkar karena tak sesuai perencanaan awal. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Kalau ikut yang sekarang, melengkung, kan tidak cantik jalannya,” imbuh dia.

Ia menyampaikan, biaya pembangunan kembali tidak berkaitan dengan Pemko Batam, akan tetapi ditanggung kontraktor.

”Risiko dia dan pasti rugilah. Kontraktor yang tanggung,” katanya.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA), Yumasnur, mengatakan, secara umum proyek peningkatan jalan tahun 2019 berjalan sesuai rencana.

Hingga akhir tahun diharapkan dapat terselesaikan tanpa kendala yang berarti.

”Lancar. Ada pun kendala bisa dikoordinasikan, beberapa bangunan (yang terdampak) sudah dikomunikasikan dengan pemilik,” ucap dia.

Ia mengaku, peningkatan jalan tahun 2019 tidak sepenuhnya hingga pengaspalan. Justru, sebagian besar target akhir tahun ini sebatas pembukaan jalan untuk kepentingan penambahan jalur.

”Target kita banyaknya membuka dulu, nanti pekerjaan konstruksinya secara bertahap,” kata dia.(iza)