batampos.co.id – Puluhan kontainer sampah plastik yang telah ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengandung B3 sudah diekspor balik (reekspor) ke negara asalnya.

Untuk puluhan kontainer tersebut, direekspor ke negara tujuan yakni Hongkong, Jerman, Australia, Amerika Serikat dan Prancis.

Kepala Bea Cukai Tipe B Batam, Susila Brata, mengatakan, reekspor sampah plastik itu akan dilakukan secara bertahap hingga selesai.

Dimana, 7 kontainer yang direekspor ke Hongkong dan 5 kontainer serta 2 kontainer ke Prancis itu adalah milik PT Arya Wiraraja Plastikindo (AWP). Sisanya, adalah milik PT Tan Indo Sukses.

”Untuk limbah sudah dilakukan reekspor semua, untuk yang terakhir direekspor tanggal 15 Agustus kemarin sebanyak 4 kontainer milik PT Tan Indo Sukses,” kata Susila.

Sementara untuk tindakan hukum, Susila mengatakan bahwa saat ini masih dalam proses penyelidikan, wawancara dan lainnya.

Limbah yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) yang ditemukan di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam. Limbah tersebut semuanya sudah direekspor kembali ke negara asalnya. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk tindakan hukum nantinya akan dilakukan oleh kementerian terkait karena ini merupakan pelanggaran Undang-undang Lingkungan Hidup dan Undang-udang Perdagangan.

”Nanti kementerian terkait akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, kami hanya memfasilitasi, termasuk dari KLHK,” jelasnya.

“Untuk pengawasannya, nanti surveyornya yang nanti punya kewajiban melakukan. Surveyornya, seharusnya sudah ketat dari negara asalnya,” imbuhnya lagi.

Dalam berita sebelumnya, pemilik barang mempunyai waktu selama 90 hari, terhitung sejak 12 Juni lalu untuk mengeskpor balik sampah tersebut ke negara asalnya.

Ini berarti, pemilik barang masih memiliki waktu hingga bulan September mendatang untuk melakukan reekspore sampah plastik itu ke negara tujuan.

Yakni Prancis, Jerman, Australia, Hongkong dan Amerika Serikat yang merupakan tempat asal limbah plastik tersebut.

Sebanyak 7 dari 49 kontainer sampah plastik PT Arya Wiraraja Plastikindo (AWP) yang telah ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengandung B3 dan sampah mulai dilakukan reekspor pertama pada Senin 29 Juli lalu.

Untuk kontainer tersebut, direekspor ke negara tujuan yakni Hongkong dan Prancis.(gie)