batampos.co.id – Penyebab kebakaran hutan di Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim diduga terjadi karena ulah manusia.

Tujuannya, adalah membuka lahan untuk membangun kebun ilegal di sana. Kasi Pengamanan Hutan dan Patroli Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam, Willem Sumanto, mengatakan, hal itu masih sebatas dugaan yang diperoleh karena pengalaman Ditpam yang memang mengawasi KKOP dan aset-aset milik BP Batam lainnya.

”Itu biasanya mau buka kebun, tapi caranya dengan bakar hutan,” jelasnya, Senin (26/8/2019).

“Tapi ini masih sebatas prediksi saya, karena kami hari-hari ada di sana,” kata dia lagi.

Menurutnya, kawasan KKOP Bandara Hang Nadim, merupakan area terlarang yang harus disterilkan.

Karena lanjutnya, sewaktu-waktu BP Batam melakukan perluasan area landasan pacu (runaway) bandara.

Personel Ditpam BP Batam saat melakukan patroli di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim Batam. Beberapa waktu lalu di sekitar KKOP Bandara Hang Nadim Batam terjadi kebakaran hutan yang diduga dilakukan orang tidak bertanggungjawab. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Ditpam kata dia, sering kucing-kucingan dengan pembalak liar di sana. Sesaat setelah penertiban, situasi memang bisa dikendalikan.

Tapi ketika situasi dinilai sudah aman, pembalak ilegal akan masuk lagi ke dalam KKOP dan membuka lahan baru lagi untuk dibangun jadi kebun liar.

”Ditpam sering menertibkannya, tapi memang tak kunjung jera,” ujarnya.

Selain kebakaran hutan, pembalak juga sering menanam pohon-pohon tinggi yang sering disinggahi burung. Contohnya, pohon rambutan dan nangka.

”Banyak yang tanam pohon-pohon yang mengundang burung, makin banyak burung, maka nanti akan makin bahaya bagi penerbangan,” paparnya.

“Ini memang dipandang hal-hal kecil, tapi bisa menjadi berisiko,,” ungkapnya.

Kemudian, persoalan lainnya adalah mengenai peternakan babi liar. Dulu lanjutnya, masih banyak peternak babi di KKOP, tapi Willem mengaku sekarang sudah jauh berkurang.

”Anggota Ditpam yang patroli di KKOP ada sekitar 20 personel tiap hari dan kami akan tingkatkan pengawasan agar tidak terulang kembali,” ujarnya.(leo)