Kamis, 16 April 2026

Semangat Ibu Tien Soeharto Diteruskan Generasi Ketiga

Berita Terkait

Mbak Tutut menyampaikan bantuan,

Bertepatan 40 tahun berdirinya Food and Agriculture Organization atau FAO di tahun 1985, Presiden Soeharto berkunjung ke markas organisasi naungan PBB itu, di Roma, Italia.

Beliau membawa bantuan dari para petani Indonesia, berupa hasil pertanian kita yang saat itu berlimpah ruah. Pak Harto mengantarkan langsung sebagian hasil pertanian yang melimpah itu, untuk disampaikan oleh FAO kepada saudara-saudara kita di Afrika yang sakit dan meninggal akibat kelaparan.

Saat itu kemarau kelewat panjang, terutama bayi dan banyak anak-anak, juga orang dewasa yang tidak mampu bertahan hidup tanpa air dan makanan. Peristiwa itu telah menjadi bencana dunia melalui foto-foto yang menghunjam perasaan.

Hati nurani Indonesia terpanggil. Kesetiakawanan sosial berskala internasional itu diterima dengan sangat besar hati.

Kepada Presiden Republik Indonesia Mohamad Soeharto, organisasi federasi pangan dunia itu memberikan medali dan penghargaan yang tinggi.

Teladan yang dilaksanakan Pak Harto menggerakkan hati Ibu Tien Soeharto melaksanakan keinginan terpendamnya, yaitu berbagi kasih sayang dan perhatian nyata kepada keluarga-keluarga Indonesia yang begitu merana karena tertimpa bencana.

Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan pun berdiri setahun kemudian tepatnya 23 Agustus 1986 di Istana Bogor.

Kedalaman rasa. Keinginan yang sangat kuat untuk menemani dan menyantuni, turut merasakan duka dan penderitaan sesama, segera dan seketika dapat dilaksanakan berkat bantuan dan dana yang terkumpul berkat kedermawanan masyarakat dan para bengusaha.

Kesetiakawanan sosial yang tulus telah 33 tahun diantarkan oleh seluruh Pengurus Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto.

Begitu bencana alam terjadi, mereka adalah yang terdepan berada di lapangan. Ibu Negara Tien Soeharto memegang langsung komandonya.

Ibu Tien Soeharto mempercayakan pengabdian besar ini turut dilaksanakan oleh putra-putri dan menantunya.

Kiprah yayasan pun berskala internasional dengan pemberian santunan untuk korban musibah di Saudi Arabia, korban perang Teluk Persia, dan lainnya.

Ibu Tien Soeharto sendiri seringkali mengantarkan langsung kebutuhan mendasar perkotaan di daerah seperti gerobak sampah dan merehabilitasi banyak perkampungan kumuh.

Yayasan juga mengadakan berbagai pelatihan dan simulasi bencana untuk para relawan, mengukuhkan keberadaan mereka, kemudian menyerahkannya kepada pemerintah daerah setempat untuk bertugas di lokasi-lokasi bencana.

Di bawah komando Ibu Siti Hardiyanti Rukmana, hingga kini Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan tetap melanjutkan bakti sosialnya.

Generasi ketiga keluarga Pak Harto dan Ibu Tien tampak sangat bersemangat mengikuti jejak langkah eyang, ayah dan bundanya tercinta. Mbak Danty Rukmana, Mbak Eno Sigit, Mbak Gendis Trihatmojo telah menjadi bagian pasukan terlatih Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto. (*)

Update