batampos.co.id – Perubahan musim panas masuk ke musim penghujan menjadi salah satu penyebab berkembangnya nyamuk Aedes Aegepty atau penyebab penyakit demam berdarah (DBD).

Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi me-ngatakan, berdasarkan data terbaru, Juli lalu jumlah penderita DBD di Batam cukup tinggi yaitu 93 orang. Selama Januari hingga Juli atau tujuh bulan, ia menyebutkan terdapat 461 pasien positif DBD di Batam.

”Sekarang kan sudah mulai musim hujan. Jadi, kondisi yang kemarin panas ini bisa jadi menjadi waktu nyamuk berkembang biak,” kata Didi, Rabu (28/8/2019).

Didi mengimbau kepada warga untuk memperhatikan kebersihan di rumah dan lingkungan. Pastikan tidak ada benda yang bisa menjadi tempat nyamuk berkembang.

ilustrasi

”Kalau ada botol atau benda yang bisa menampung air dibersihkan. Karena nyamuk itu berkembangnya di air yang bersih,” ujarnya.

Dengan perubahan cuaca ini, warga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan nyamuk penyebab DBD. Di rumah pastikan semua penampungan air dibersihkan dan ditutup.

”Rajin-rajin periksa jentik nyamuk di penampungan air. Kalau pencegahan lebih cepat akan lebih baik,” sebutnya.

Mengenai faktor cuaca yang terjadi akhir-akhir ini, mantan Direktur RSUP Bintan ini mengungkapkan, asalkan perilaku hidup bersih diterapkan, nyamuk tidak akan bersarang di rumah.

Menurutnya, penyemprotan atau fogging hanya jalan terakhir jika ditemukan pasien DBD.

”Mencegah lebih baik daripada mengobati. Fogging itu cara yang paling terakhir,” imbuhnya. (yui)