batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempersiapkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah untuk menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Menurut dia, dengan menjadi BLU, masjid ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan agama Islam, namun juga memiliki aktivitas ekonomi.

”Ke depan arahnya ke sana (BLU). Cari uang sendiri dan urus sendiri,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Rabu (28/8) siang.

Untuk itu, ia mengaku pihaknya tidak hanya mencari ahli agama terkait pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di masjid tersebut, namun juga yang paham ekonomi yang selanjutnya akan memikirkan unit usaha yang akan dijalan-kan.

”Kami beri kebebasan untuk menentukan usahanya,” papar dia.

Rudi menyebutkan, pihaknya bersama Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Batam pada Jumat (30/8) akan kembali mengecek progres pembangunan masjid, yang mana panitia acara peresmiannya diketuai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Batam Yumasnur tersebut.

”Mengecek apakah siap diresmikan atau tidak. Kalau tidak siap harus ambil keputusan cepat, harus saya batalkan lagi (peresmian),” imbuhnya

Kini, Pemko Batam melalui bagian Kesra Batam sedang membuka rekrutmen SDM imam untuk masjid ini.

Sebelumnya, Rudi mengatakan pembangunannya diprediksi memerlukan anggaran Rp 400 miliar. Sementara sejauh ini, masjid yang disebut dapat menampung 25 ribu jemaah itu baru menelan anggaran Rp 260 miliar.

”Rp 400 miliar itu baru sempurna, sekarang ini baru fisik kerangka saja. Tahun 2020 lanjut lagi,” imbuhnya.

Selesai pengerjaan sesuai kontrak tahun ini, pihaknya langsung merencanakan peresmian pada 20 September 2019 mendatang yang akan dihadiri Ustaz Abdul Somad dan juga tokoh agama dari Malaysia.

”Setelah peresmian, lantai kan sudah siap. Nah, bisa langsung pakai untuk salat. Salat Jumat perdana di sini,” kata dia.

Rudi menilai hadirnya masjid yang digadang terbesar se-Sumatera tersebut akan menstimulasi berkembangnya UMKM dan ekonomi, terutama di Batuaji dan Sagulung. Karena, masjid yang memiliki menara pandang dan ditanami pohon kurma ini disiapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi andalan Batam. ”Kalau orang ke datang ke sini, transportasi akan hi-dup, kuliner juga,” ucapnya. (iza)