batampos.co.id – Penanganan kasus impor 65 kontainer sampah plastik yang sebagian mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) baru saja rampung. Namun, Batam kembali kedatangan sampah serupa. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 400 kontainer lebih.

“Pokoknya setelah 65 kontainer itu, ada datang lagi. 400-an kontainer lebih kalau tak salah,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/8).

Herman mengatakan, pihaknya bersama petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang melakukan pemeriksaan terhadap 400-an kontainer sampah plastik itu. Jika ada yang terkontaminasi B3 lagi, aparat dan pemerintah tak segan-segan akan meminta pihak importir untuk mengembalikan sampah tersebut ke negara asalnya.

“KLHK nanti keluarkan surat berapa yang bersih, berapa yang dikembalikan. Seperti proses yang kemarin (65 kontainer), sama saja,” kata dia.

Foto Reekspor limbah.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Soal sanksi, apakah hanya berhenti pada perintah reekspor, ia mengatakan, tim merujuk pada Permendag Nomor 31 yang mengamanatkan harus direekspor. Sementara untuk sanksi pidana, menjadi ranah penegak hukum.

“Nah, pembinaan selanjutnya inilah kita sedang menunggu revisi Permendag 31 dan sampai hari ini belum keluar. Dan kemarin saya dapat informasi ada rapat terbatas di Bogor antara Presiden dan beberapa menteri terkait hal ini,” imbuhnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa berinisiatif untuk menempatkan petugas di pelabuhan. Karena kewenangan utuh ada di Bea Cukai. Terkait ini, ia mengaku jika mendapat surat permintaan pendampingan dari Bea Cukai dan pihaknya akan turun.

“Karena kita juga menjaga jangan sampai Batam dipenuhi dengan sampah. Kita hanya mendampingi. Kepelabuhanan 100 persen kewenangan Bea Cukai,” kata dia.

Terkait 65 kontainer sampah impor yang sebelumnya, ia menyebut sudah mulai dilakukan reekspor bagi yang terkontaminasi limbah B3. Seperti diketahui, dari 65 kontainer sampah plastik impor itu, sebanyak 38 kontainer dinyatakan mengandung limbah B3 dan 11 kontainer lainnya bercampur dengan sampah. Hanya 16 kontainer yang dinyatakan bersih.

“Yang datang belakangan ini masih tahap pemeriksaan,” katanya. (iza)