Rabu, 22 April 2026

BISMA Perkenalkan Produk Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar kegiatan BISMA Goes To Get Member (BIGGER) 2019 yang dihadiri ratusan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Aston Batam Hotel, Kota Batam, Kamis (29/8/2019). Event ini digelar guna mengintergrasikan pelaku ekraf kedalam satu database terpantau yakni Bisma.

Bekraf Information System in Mobile Apllication (Bisma) merupakan platform bagi pelaku ekraf untuk mendaftarkan diri ke dalam database resmi Bekraf.

Aplikasi ini bertujuan memudahkan pemerintah dalam menangkap permasalahan, memonitor perkembangan usaha.

Serta menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif. Ekraf juga bisa mendapatkan data lebih mudah seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf.

Serta menjadi etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau  melalui website BISMA https://bisma.bekraf.go.id/.

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan, mengatakan, dalam tahun ini sudah digelar beberapa kali BIGGER.

Batam merupakan kota ketujuh setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi dan Mataram.

“Tujuan Bisma mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekraf dan menunjang perkembangan ekraf nasional,” katanya.

Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf (pegang mik) didampingi Kadispar Batam, Ardi Winata (dua dari kanan). Foto: Yashinta/batampos.co.id

“Sehingga kedepannya data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah” ujarnya lagi.

Dilanjutkannya, BISMA juga jadi Be Support bagi ekraf yang terdaftar untuk memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi ekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

Bahkan Ekraf juga dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA, untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

“Banyak Keuntungan yang diperoleh ekraf jika terdaftar, diantaranya be update, be maketed, be support, be integraded, be engaged, dan keuntungan lainnya,” jelas Wawan.

Menurut dia, saat ini tercatat lebih dari 48.593 pelaku ekraf di Indonesia yang sudah terdaftar di platform BISMA.

Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Kepri terdapat 34.562 pelaku usaha, namun baru 540 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform BISMA (Bekraf, BPS 2017). Khusus Batam jumlahnya sekitar 400an ekraf. Karena itu adanya data secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti, melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekraf nasional bisa dipetakan secara mikro.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Batam banyak disokong oleh sektor ekonomi kreatif.

“Batam jadi lokasi diselenggarakannya rangkaian BIGGER 2019 karena merupakan pintu gerbang pariwisata utama ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta,” paparnya.

“2,25 juta orang atau sekitar 25% dari jumlah wisatawan asing di Indonesia masuk melalui Batam. Kami menilai ekonomi Batam banyak disokong dari sektor ekraf,” jelas Wawan.

Sementara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardi Winata, menyambut baik penyelenggaran BIGGER di Kota Batam.

Ia menilai Bekraf selalu melaksanakan kegiatan yang memang sangat dibutuhkan di Batam.

“Kegiatan ini jelas sangat bermanfaat dan dibutuhkan,” ujarnya.

“Tak hanya bagi ekraf Kota Batam, namun juga kota Batam menjadi kota kreatif. Apalagi Batam memiliki banyak pelaku ekraf,” jelas Ardi lagi.

Bahkan menurut Ardi, tahun 2020 mendatang, Batam ditunjuk sebagai kota pelaksaan Festival Bekraf.

Hal itu menambah bukti jika Kota Batam memiliki potensi yang sangat besar.

Bahkan, saat ini sudah ada 16 sub sektor yang tergabung dalam Bekraf, diantaranya bidang vidio, perfilman, fotografi, desain, periklanan dan lainnya.

“Kami mendukung semua asosiasi anak bangsa yang kreatif. Karena itu, saat ini sudah ada asosiasi Asyik yang tergabung dalam Bekraf,” pungkas Ardi.(she)

Update