Jumat, 17 April 2026

Dirut RS BP Batam: Kesembuhan Anda Keutamaan Kami

Berita Terkait

batampos.co.id – Kekhawatiran peserta JKN-KIS terkait perbedaan pelayanan yang
diberikan oleh fasilitas kesehatan membuat beberapa peserta JKN-KIS memilih menjadi
pasien umum.

Seharusnya hal ini tidak terjadi mengingat setiap faskes khususnya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) yang menjadi mitra BPJS Kesehatan sudah
berkomitmen untuk tidak membedakan pelayanan kepada pasien peserta JKN-KIS.

Direktur RS Badan Pengusahaan Batam dr. Sigit Riyanto, M.Kes yang ditemui Kamis siang
kemarin mengatakan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi di rumah sakit yang dipimpinnya sejak 2017 lalu.

Ia mengaku pihaknya tidak pernah membedakan pasien JKN-KIS dan pasien umum. Semua diperlakukan sama.

“BPJS Kesehatan banyak memberikan masukan kepada FKRTL terutama untuk lebih
responsif kepada pasien. Kami pun mencoba mengubah prinsip menjadi pasien oriented,”
kata Sigit.

Direktur RS BP Batam, dr Sigit Riyanto, M.Kes. Foto: BPJS Kesehatan cabang Batam untuk batampos.co.id

Untuk melatih tenaga medis yang lebih responsif dan pasien oriented, pihaknya melakukan training komunikasi dengan mendatangkan ahli.

Ia merasa masalah yang sering timbul karena buruknya komunikasi. Sigit mengatakan selama ini seringkali ada kesalahpahaman antara pasien dengan tenaga medis yang ada di rumah sakit.

Hal tersebut menimbulkan berbagai keluhan yang dapat mengurangi citra positif RS BP Batam.

Misalnya terkait iur biaya yang seringkali menimbulkan pandangan bahwa rumah sakit mengambil keuntungan dari pasien dan melanggar ketentuan BPJS Kesehatan. Hal tersebut kemudian dikurangi dengan memberikan pemahaman kepada setiap tenaga medis yang ada di rumah sakit.

“Setelah saya melihat iur biaya itu seringkali mendatangkan masalah yang berujung pada
buruknya citra rumah sakit di mata BPJS Kesehatan dan masyarakat melalui berbagai
media, perlahan saya memberikan pemahaman kepada tenaga medis,” kata Sigit.

Ia menjelaskan bahwa iur biaya di luar ketentuan hanya berdampak buruk, dan keuntungan yang didapatkan tidak sebanding dengan dampak yang akan timbul.

Pada akhirnya kami mencoba menghilangkan iur biaya sebisa mungkin kecuali atas kehendak pasien yang dibuktikan dengan inform concent.

Untuk menghapus kesan rumah sakit yang selalu memberikan perbedaan kepada pasien
JKN-KIS yang berdampak pada mindset bahwa pasien JKN-KIS selalu miskin dan tidak
punya biaya, kami berusaha untuk selalu menghargai setiap pasien.

“Bahkan jika ada pasien PBI dalam keadaan darurat datang kerumah sakit dan tidak punya kartu tapi mengaku PBI, lalu kemudian ruang kelas 3 (tiga) penuh maka jika yang tersedia VIP, akan kami berikan,” kata Sigit.

Ia menekankan kepada seluruh tenaga medis RS BP Batam untuk tidak menunda
pelayanan hanya karena masalah administrasi. Hal tersebut karena prinsipnya adalah
Kesembuhan Anda Keutamaan Kami.(*)

Update