batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) menerapkan kebijakan baru terhitung mulai 1 September nanti. Kebijakan tersebut berupa peningkatan nilai batas nominal transaksi melalui sistem kliring nasional BI (SKNBI).

Jika semula, batas nominal transaksi Rp 500 juta, maka sekarang ditingkatkan menjadi Rp 1 miliar per transaksi.

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi BI Perwakilan Kepri, Gunawan mengatakan tujuan dari kebijakan ini untuk menciptakan sistem pembayaran yang efisien dan murah. Peningkatan nominal juga diikuti dengan proses setelmen yang lebih cepat dan pemangkasan biaya transfer antar bank.

“Manfaatnya adalah dana bisa diputar lebih cepat. Dan proses yang lebih murah dan efisien. Begitu juga dengan batas nominal dinaikkan, sehingga untuk skala usaha bisa beli bahan baku lebih banyak lagi,” ungkapnya di Gedung BI Perwakilan Kepri, Jumat (30/8).

Proses setelmen transfer melalui SKNBI dapat dilakukan dalam satu jam saja dari yang biasanya dua jam. Proses setlement juga ditingkatkan dari yang dulunya lima kali dalam satu hari, sekarang menjadi sembilan kali dalam satu hari, yakni pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00, dan 16.45.

Begitu juga dengan biaya transfer yang turun menjadi Rp 3.500 dari yang sebelumnya Rp 5.000 per transaksi antar bank. “Di Kepri tak ada bedanya dengan daerah lain, karena fitur-fitur ini berlaku secara nasional. Standarisasi sudah berjalan dan akan diimplementasikan oleh 112 bank per 1 September nanti,” pungkasnya. (leo)