batampos.co.id – Rencana jangka panjang Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mengatasi kebutuhan air yang terus melonjak adalah dengan melelang proyek desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar.
“Desalinasi ini merupakan alternatif terakhir. Untuk bisa melakukannya butuh biaya banyak karena teknologi mahal,” kata Kabid Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular, Sabtu (31/8).
Meski mahal, Tutu mengatakan bukan tak mungkin suatu saat akan dilakukan.
“Bagi kita tidaklah mustahil, suatu saat akan kita gunakan itu seperti di Singapura,” paparnya.
Memang saat ini, BP memang gencar menawarkan proyek desalinasi kepada investor asing. Dalam berbagai event internasional yang diikuti, proyek ini merupakan salah satu andalan yang ditawarkan selain tentu saja proyek pengembangan bandara dan pelabuhan.
“Kami menawarkan juga meminta juga agar ada kajian feasibility study (FS). Kalau misalnya kembang terus, maka kita butuh itu,” ungkapnya.
Potensi air baku di Batam memang sangat tipis, apalagi karena sangat mengandalkan air hujan. Sedangkan pertumbuhan penduduk Batam terus melonjak. Bukan tidak mungkin, pulau di sekitar Batam seperti Pulau Galang dan Rempang akan dibuka.
“Sehingga nanti untuk sumber airnya akan pakai air laut,” terangnya. (leo)
