Kamis, 16 April 2026

Pemasangan Box Culvert Pelintas Jalan Selesai November

Berita Terkait

batampos.co.id – Pembangunan enam pelintas jalan diproyeksikan akan selesai pada November mendatang. Prosesnya memang menimbulkan kemacetan karena ada dua titik pelintas jalan yang lokasinya berdekatan, tapi diyakini persoalan banjir di Batam akan teratasi.

Proyek pelintas jalan tersebut utamanya yakni pemasangan box culvert sehingga harus menutup sebagian jalan.

“Kami buat pelintas jalan agar saluran drainase menjadi lancar. Soalnya kalau banjir, banyak kendaraan tak bisa lewat khususnya di dekat bandara,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, Sabtu (31/8/2019).

Ia menegaskan bahwa proyek-proyek fisik ini diprioritaskan selesai pada November mendatang.

“Tahun ini di November semua selesai. Tidak akan sampai Desember,” tuturnya.

Sebuah alat berat pengerukan tanah untuk pembuatan box culvert di Simpang kabil, Selasa (18/9). box culver yang dibuat untuk mengatasi banjir di persimpangan tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Ada enam bangunan pelintas jalan yang masuk dalam agenda kerja, seperti di depan SPBU Tiban Ayu, di depan Perumahan Simpang Raya Indah ke arah bandara, di kawasan industri Tanjunguncang, di dekat Simpang BasecampBatuaji, di Pasar Melayu Batuaji dan di depan Perumas MKGR dan SP Plaza.

Pantauan Batam Pos, dua pelintas jalan yang berdekatan yakni berada di Simpang BasecampBatuaji. Karena jarak antara keduanya yang terlalu sempit, maka sering terjadi kemacetan panjang.

Disamping pembangunan pelintas air, BP juga melakukan pelebaran jalan, contohnya di depan Orchard Park Batamcentre. Boy mengatakan batas pelebaran jalan akan dikerjakan hingga mencapai jalanan di depan Perumahan PLN Batamcentre,

“Nanti jalannya akan jadi dua jalur dan akan bertemu di depan Perumahan PLN. Kami proyeksikan selesai pada November mendatang. Dengan dana kurang lebih Rp 7 miliar,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kegiatan BP dan Kemenpupera melingkupi rekonstruksi pembangunan pelintas air, kemudian pelebaran jalan.

Disamping itu, preservasi jalan di Nongsa, Batuampar, Tembesi dan Galang. Preservasi terdiri dari kegiatan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 64,74 kilometer, pemeliharaan rutin kondisi sepanjang 62,62 kilometer, penunjang sepanjang 28,05 kilometer dan rehabilitasi minor sepanjang 5,40 kilometer.

Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mengerahkan anggaran sebanyak Rp 43 miliar untuk memelihara aset infrastruktur milik negara berupa jalan, drainase dan jembatan di Batam. (leo)

Update