batampos.co.id – Sarana persampahan di Batam masih sangat kurang. Padahal sebagai daerah yang kini dikembangkan pariwisatanya, Batam perlu didukung jaminan kebersihan kota.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie menyebutkan, salah satu sarana yang kini masih kurang adalah bin kontainer. Data dari bidang persampahan DLH Batam kini hanya ada sebanyak 145 bin container. Sementara Herman menyebutkan, idealnya Batam membtuhkan sekitar 200 bin container.

“Kami di APBD Perubahan 2019 ini rencana tambah 20 bin lagi. Ini masih sangat kurang. Itu saya bilang butuh sekitar 200an unit,” kata Herman, kemarin.

Selain pengadaan bin, DLH juga berencana mengadakan satu unit buldozer untuk ditempatkan di TPA Telaga Punggur. Pengadaan dua jenis sarana ini bersumber dari anggaran tambahan di APBD Perubahan sebesar Rp 4,3 miliar.

foto: batampos.co.id / sapna

“Anggaran ini cukup termasuk operasional buldozer, kalau harga buldozer Rp 3 miliar dan 20 bin container cuma berapa ratus juta,” papar dia.

Kepala Bidang Persampahan Faisal Novrieco menyebutkan, 145 bin kontainer yang kini dioperasikan disebar di sembilan kecamatan mainland. Artinya tidak ada di kecamatan hinterland seperti Bulang, Galang dan Belakangpadang.

“Ini jumlah yang laik pakai dan laik jalan,” kata dia.

Lanjut dia, selaibn bin yang laik, ada 20 bin kontainer yang rusak berat dan tidak bisa dioperasikan. Rusak berat seperti sudah bolng, pintu rusak serta roda bin yang sudah patah.

“Yang ini kami masukkan ke workshop TPA untuk direparasi,” pungkasnya. (iza)