batampos.co.id – Jalur tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang (Cipularang) kembali memakan korban jiwa.
Sedikitnya delapan korban meninggal, 25 luka ringan, dan tiga luka berat akibat kecelakaan beruntun yang terjadi di tol tersebut, tepatnya di kilometer 90+200 arah Jakarta, Senin (2/9/2019).
Pantauan Pasundan Ekspres (grup Batam Pos) di Rumah Sakit Umum (RSU) MH Thamrin, Purwakarta, hingga berita ini ditulis tadi malam terdapat 24 korban luka ringan yang dirawat.
Selain itu, ada tujuh jenazah korban yang dievakuasi ke rumah sakit swasta ini. Sementara di Rumah Sakit Siloam terdapat satu korban meninggal.
Sisanya, ada 4 korban luka ringan yang dirawat di Rumah Sakit Bayu Asih. Salah satu korban selamat, Nafi, mengatakan, insiden maut itu berawal dari sebuah kecelakaan tunggal di Tol Cipularang, siang kemarin.
Saat itu, terdapat sebuah truk yang terguling dengan posisi melintang di tengah jalan bebas hambatan itu.
Nafi bersama saudaranya, Mardianto dan dua penumpang lainnya, yang saat itu mengendarai Toyota Avanza langsung menghentikan laju kendaraan.
“Mobil saya adalah mobil pertama yang berhenti di dekat truk yang terguling itu,” kata Nafi saat ditemui di Rumah Sakit Umum (RSU) MH Thamrin, Purwakarta, kemarin.
Namun, sesaat setelah Nafi menghentikan mobilnya, tiba-tiba terjadi kecelakaan beruntun dari arah Bandung, tepat di belakang mobil Nafi.
Sedikitnya ada 21 kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu, termasuk mobil yang ditumpangi Nafi.
Saat itulah mobil Nafi terempas oleh rentetan mobil dan kendaraan lain yang terlibat kecelakaan beruntun itu.

“Mobil kami ikut terdorong dan terguling,” kata Nafi.
Sementara itu, hingga sore kemarin polisi masih mendata korban meninggal, baik di RS MH Thamrin maupun di RS Siloam.
“Korban meninggal belum teridentifikasi. Sampai sore ini, total yang dibawa ke Thamrin sudah 31 orang,” ujar salah seorang petugas di RS Thamrin, Rafik.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan di KM 91 Tol Cipularang arah Jakarta itu.
Namun, sambungnya, diduga kuat dump truk yang posisinya berada paling depan dan dalam kondisi terguling, menjadi penyebab kecelakaan beruntun yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia itu.
“Penyebab kecelakaan sedang diselidiki. Tapi kita lihat ada sebuah dump truk yang paling depan terguling, patut diduga kemungkinan menjadi penyebab kecelakaan,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di lokasi kecelakaan, Senin (2/9/2019).
Kapolda menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih mencari sopir dump truk tersebut.
“Untuk arus kendaraan sudah kita alihkan keluar tol. Dan saat ini juga sudah dilakukan contra flow,” sebutnya.
Sementara itu, Korlantas Mabes Polri bakal diturunkan guna mengungkap penyebab kecelakaan maut itu.
Hal tersebut seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
“Polda Jabar akan bekerja sama dengan Korlantas untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut, yakni dengan menerapkan metode TAA atau Traffic Accident Analysis,” kata Trunoyudo.
Dijelaskannya, TAA merupakan suatu metode yang merupakan SOP untuk penanganan insiden kecelakaan lalu lintas.
Metode ini, sambungnya, dapat me-ngungkap penyebab kecelakaan. “Ini sudah SOP penanganan laka lantas,” ucapnya.(jpg)
