batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan uji limbah plastik ataupun scrap plastik yang kerap dijadikan bahan baku oleh pelaku industri di Kota Batam, Provinsi Kepri.

Pengujian dilakukan untuk memastikan limbah atau scrap plastik tidak terkontaminasi limbah B3.

Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/5/2016 Pasal 4 huruf b (tidak terkontaminasi B3 dan/atau Limbah B3), huruf c (tidak bercampur dengan limbah lainnya yang tidak diatur Peraturan Menteri ini) untuk memastikan apakah limbah plastik yang masuk ke Kota Batam tersebut telah terkontaminasi B3 atau limbah B3, maka diperlukan Uji Laboratorium.

Terkait hal itu, sebagai laboratorium yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Nomor LP-746-IDN, maka Laboratorium Uji BP Batam dapat melakukan pengujian limbah ataupun bahan baku scrap plastik tersebut.

Kepala Laboratorium Uji BP Batam, Afuan, mengatakan, di samping dapat melakukan pengujian scrap terkontaminasi, dan pengujian RoHS pada komponen elektronika serta pendukungnya, Laboratorium Uji BP Batam juga dapat melakukan pengujian limbah industri.

Proses reekspos limbah plastik di pelabuhan Batuampar, Kota Batam beberapa waktu lalu. Guna mengantisipasi masuknya limbah plastik yang mengandung B3, BP Batam siap melakukan uji kelayakan limbah plastik di laboratorium milik mereka. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Laboratorium Uji BP Batam dapat melakukan pelayanan pengujian bagi industri dalam memenuhi ketentuan pengaturan,” jelasnya.

Ssehingga para pengguna jasa laboratorium yang berada di Batam tidak perlu lagi mengirimkan sampel ke laboratorium di luar Kota Batam,” kata Afuan lagi.

Menurut Afuan, untuk memberikan pelayanan terbaik, Laboratorium Uji BP Batam menerapkan standar jaminan mutu yang mengacu kepada ISO 17025.

Di mana metode pengerjaannya mengacu kepada Standar Internasional IEC62321 maupun SNI.

“Laboratorium Uji BP Batam juga didukung dengan instrumentasi kimia yang canggih dan terkalibrasi secara reguler,” kata Afuan.

Afuan menambahkan, Jasa Analisa yang dapat dilayani meliputi parameter-parameter dalam beberapa bidang.

Antara lain analisa parameter Restriction of Hazardous Substances Directive (ROHs), yaitu analisa bahan materil berbahaya (Pb, Cd, Hg, dan Cr6) yang tidak boleh terdapat dalam peralatan listrik dan elektronik.

Ia juga menegaskan, bahwa instrumen kimia yang dimiliki Laboratorium Uji BP Batam saat ini dalam kondisi baik dan terkalibrasi.(*)