batampos.co.id – PT Citra Tubindo Engineering di Batam sukses menyelesaikan tiga proyek pembangunan fasilitas pipa tambang minyak dan gas bumi di bawah laut (subsea manifolds) pesanan PremierOil.
Ketiga proyek tersebut resmi diluncurkan dalam acara sail away ceremony di perusahaan tersebut, Senin (2/9/2019).
Komisaris Utama Citramas Group, Kris Taenar Wiluan, mengatakan, ketiga subsea manifolds, itu akan digunakan PremierOil untuk aktivitas tambang minyak dan gas bumi (migas) di Laut Natuna Utara.
Yakni untuk blok Bison, Iguana, dan Gajah Puteri (BIGP) Development Project. Kris mengatakan, ketiga proyek tersebut merupakan hasil karya anak bangsa. Seluruh pekerja yang terlibat merupakan pekerja lokal.
“Tapi secara kualitas tak akan kalah dari buatan luar negeri,” kata Kris.
Ia mengatakan, Citra Tubindo sudah memiliki pengalaman mumpuni dan fasilitas yang lengkap dalam mengerjakan proyek-proyek serupa.

Selain itu, ada tenaga kerja yang terampil dan ahli di bidangnya. Selain dari dalam negeri, pesanan proyek sejenis juga kerap datang dari luar negeri.
“Kami sangat senang karena bisa membuktikan bahwa pekerjaan yang biasanya dilakukan di luar negeri, bisa dikerjakan di dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Kris, nilai proyek untuk ketiga subsea manifolds ini memang tak terlalu besar. Hanya sekitar 2 juta dolar AS.
Namun, ia mengaku bangga karena proyek ini bisa dijadikan ajang pembuktian bahwa perusahaan dalam negeri dan pekerja lokal mampu menghasilkan karya berkualitas internasional.
Sehingga ia berharap, ke depan proyek-proyek dalam negeri dapat dikerjakan perusahaan-perusahaan dalam negeri. Khususnya di Batam.
“Kepada rekan-rekan kerja, saya selalu ingatkan untuk memperhatikan quality (kualitas, red) dan penyelesaian tepat waktu,” ujarnya.
Kris mengatakan, industri perminyakan memiliki nilai tambah yang dapat mendongkrak perekonomian.
Apabila sarana pendukungnya dikerjakan di Indonesia, khususnya Batam, tentu akan berdampak luas bagi ekonomi masyarakat.
“Khususnya terhadap penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.
Citramas Group, kata Kris, memiliki tempat training tenaga kerja. Fasilitas ini diyakini dapat meningkatkan keahlian dan pengetahuan pekerja.
Sebelumnya, Citra Tubindo telah melakukan pengerjaan tahap pertama di 2013. Ada dua modul yang telah dikerjakan.
Pipa spooling untuk kedua Hydraulic Control Skids juga telah dipasang yang akan mengontrol jaringan pipa bawah laut.
Sementara Tenaga Ahli Lingkungan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK-Migas), Sulistya Hastuti Wahyu, mengatakan, pihaknya memang telah menunjuk PremierOil untuk mengelola blok migas di Laut Natuna Utara.
Khususnya Blok Tuna yang berada di perbatasan Vietnam. Ia mengatakan, proyek ini harus cepat dikerjakan menyusul tingginya tensi konflik yang terjadi di perairan yang dulu namanya Laut Cina Selatan itu.
“Bisa dicaplok nanti bila tidak segera dikerjakan,” ungkapnya.
Sedangkan Vice President Operation & Development PremierOil, Kun Haryanto mengatakan, aktivitas produksi atau pengeboran dijadwalkan mulai tahun depan.
“Persediaan gas dan minyaknya cukup banyak,” katanya.(ska)
