batampos.co.id – Dua pemain film Gundala; Negeri Ini Butuh Patriot yakni sang superhero Gundala alias Sancaka (dewasa) yang diperankan Abimana Aryasatya, politikus abu-abu Ridwan Bakri yang diperankan Lukman Sardi, serta pengisi soundtrack Tantri dan Chua Kotak, menyapa para penggemar di Batam melalui meet and greet yang digelar PT Schneider Electric Manufacturing di CGV Cinemas Grand Batam Mall, Senin (2/9/2019).
Film karya Joko Anwar ini memang masuk sebagai film box office Tanah Air, dimana hari pertama penayangan pada Kamis (29/8/2019) lalu Gundala menyerap 170 ribu penonton lebih.
Hingga di hari kedua meraup total 312 ribu penonton. Di balik pencapaian itu, para pemeran pun mengaku tak terlepas dari berbagai tantangan.
”Untuk mendapatkan kesan real-nya, membutuhkan kerja keras luar biasa. Film ini sangat besar,” ujar Lukman.
Ia menjelaskan, ada sekitar 1.500 pemain dan juga 300 kru yang terlibat dalam produksi film dari Bumi Langit Universe ini. Bahkan, memakai 70 lokasi berbeda di berbagai kota.
”Untuk mengisi satu scene saja bisa memakai dua sampai tiga lokasi,” papar Lukman yang dibenarkan Abimana.

Tantangan lain juga datang dari kondisi cuaca yang hampir selama shooting diwarnai hujan deras.
Lukman pun sempat megeluarkan candaan, ”mungkin karena film ini tentang anak petir,” ucapnya.
Abimana juga tak menampik berbagai tantangan acting yang harus dijalaninya selama memerankan tokoh Sancaka yang dapat berubah wujud menjadi Gundala.
Mulai dari menghadapi adegan yang menan-tang hingga mengalami dehidrasi.
”Menyenangkan semua proses shooting-nya. Paling kalau pakai kostum agak panas,” jelasnya.
“Terus karena lokasinya nggak di tempat ber-AC, lebih banyak di tempat terbuka yang berdebu gitu (pabrik dan pasar), jadi ya sering kepanasan sampai dehidrasi. Keringat ngocor terus,” beber pria kelahiran 24 Oktober 1982 tersebut.
Di samping aktingnya nan apik, Abimana juga mengaku memakai pemeran pengganti.
”Banyak hal-hal baru yang bahkan jadi pelajaran untuk saya pribadi. Tapi di balik itu semua, saya sangat nyaman memerankannya,” ungkap Abimana.
Sementara dalam hal pengisian soundtrack, Tantri dan Chua mengaku sangat bangga menjadi salah satunya.
”Bangga menjadi bagian dari film ini untuk mengisi salah satu soundtrack-nya,” jelasnya.
“Kalau dengar pas credit title ada yang teriak-teriak growing up, itu lagu Kotak!” tutur Tantri.
Keempat bintang Tanah Air itupun berpesan, agar penonton dapat mengambil nilai-nilai kepahlawanan dan keadilan yang bisa diambil selama penayangan film berdurasi 2 jam 3 menit tersebut.
”Negeri ini butuh patriot. Indonesia juga butuh pahlawan,” tutup para bintang.
Dalam meet and greet film Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot tersebut, ditutup dengan nonton bersama Film Gundala yang disediakan khusus untuk seluruh karyawan PT Schneider Electric Manufacturing.
”Ada 2.500-an karyawan yang akan menonton Film Gundala dalam dua hari ini (2-3 September). Ini adalah program rutin per semester kami untuk me-refresh karya-wan,” kata HRDP PT Schneider Electric Manufacturing, Mustain Mahrus.(nji)
