Rabu, 8 April 2026

Oknum Guru Sekolah Dasar di Kota Batam Lakukan Tindak Asusila Terhadap Murid Perempuannya

Berita Terkait

batampos.co.id – S alias M, guru pengajar olahraga di salah satu SD swasta di Kota Batam, dilaporkan sejumlah orangtua karena diduga telah melakukan tindak asusila terhadap anak-anak mereka.

Aksi pelecehan itu dilakukan S saat jam mata pelajaran olahraga. S berpura-pura hendak memberikan materi hipnoterapi ke beberapa murid perempuannya.

Untuk menlancarkan aksinya S meminta murid perempuan untuk memejamkan mata.

Setelah itu, S, meminta anak didiknya untuk melepas pakaian. Setelah itu S langsung mengerayangi anggota tubuh mereka.

Namun ada juga siswinya tidak melepaskan baju dan hanya disuruh memejamkan mata.

Hal itu pun dibenarkan oleh Kepala Sekolah, Abu, Kamis (5/9/2019) siang.

“Kami dari pihak sekolah baru tahu ada kejadian pencabulan yang dilakukan oleh salah satu oknum guru di sini hari Rabu (4/9/2019) kemarin,” jelasnya.

Ilustrasi. Dok Jawa Pos

“Rabu pagi kemarin ada beberapa murid SD di sini datang ke kantor ingin menemui saya dan ada juga yang mengajak
orangtuanya datang ke sini (kantor),” paparnya lagi.

Para orangtua kata dia, mengadukan bahwa anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh S.

“Modus hipnoterapi katanya,” ujarnya.

Dari pengaduan sejumlah orangtua beserta muridnya itu, Abu menyimpulkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh S sudah di luar batas.

“Usai mendengarkan aduan, saya langsung memanggil oknum guru itu,” kata dia.

S kata dia kelabakan dan memberikan jawaban dengan kata-kata yang tidak jelas dan membingungkan.

“Intinya dia (S) tak mengakui tuduhan dari murid maupun orangtua murid,” jelasnya.

Namun karena jawaban S, berbelit-belit, pihak sekolah memutuskan untuk memecat S.

Pemecatan lanjutnya dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi lagi dugaan pencabulan terhadap murid di sekolah yang dipimpinnya.

“Saya memanggil semua orangtua murid ke sekolah dan menyampaikan dugaan pencabulan yang dilakukan S,” paparnya.

Menurutnya itu dilakukan untuk mengetahui siapa saja
murid yang pernah menjadi korban.

Abu menyatakan dalam proses belajar mengajar, tidak tampak kejanggalan yang dilakukan S.

S kata dia, menjadi salah satu guru yang banyak digemari muridnya karena dikenal sabar dan suka bercanda.

“Selama empat tahun ini mengajar, kenerjanya sangat bagus sekali,” ujarnya.

“Tak ada yang aneh dari perilaku oknum guru ini sebelum-sebelumnya, semua tampak normal,” kata dia lagi.

Menurutnya, S, juga sudah memiliki istri. Atas kejadian
itu, pihaknya lantas menghubungi KPPAD untuk mendampingi pihak sekolah dan murid agar tidak trauma.(gas)

Update