batampos.co.id – Jumlah penderita penyakit kanker di Batam sangat tinggi. Sudah selayaknya kota Batam memiliki Center Kanker sendiri.
Hal itu tentunya akan mempermudah penderita untuk lepas dari penyakit mematikan ini.
Apalagi, pasien kanker yang datang berobat juga banyak dari luar Batam, seperti Anambas, Bintan, Natuna, Tanjungpinang, Lingga hingga Riau.
Dokter spesialis bedah Onkologi Rumah Sakit Awal Bross (RSAB) Batam, Indra Hidayah, Sp.B K (Onk), mengatakan, setiap tahun ia menangani hampir 5 ribu penderita kanker dari dua rumah sakit di Batam tempatnya bertugas.
Sekitar 70 persennya merupakan warga Batam dan 30 persen dari warga lain di Kepri hingga Riau.

“Kalau melihat luas Provinsi Kepri, jumlah penderita kanker sangat tinggi,” jelasnya.
Terutama untuk Batam, karena 70 persen penderita kanker ada di Batam,” ujar dokter Indra kepada Batam Pos disela waktu tugasnya di RSAB Batam.
Karena itu, menurutnya. Kota Batam sudah selayaknya jadi Center Kanker. Center Kanker bisa menyediakan alat yang lengkap.
Sebab sampai saat ini medis di Batam masih kekurangan alat untuk mengecek maksimal penyakit mematikan ini.
Indra mengaku sudah pernah membicarakan hal ini dengan Menteri Kesehatan Nilab F Moeloek.
“Menteri bilang akan memproses, namun sampai saat ini belum ada kabar. Padahal, Batam sudah layak jadi Center Kanker,” jelas Indra.(she)
