Minggu, 12 April 2026

Pengerakan Orang Asing Diawasi di Perairan Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam menggandeng jajaran instansi terkait yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing (Timpora) untuk menggelar razia gabungan mencegah kejahatan transnasional, Kamis (5/9/2019).

Razia dimulai dengan apel di Pelabuhan Batuampar. Apel yang dipimpin Inspektur Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ronny Franky Sompie itu diikuti jajaran TNI-Polri dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam.

Ronny mengatakan, operasi gabungan tersebut dibentuk dan melibatkan berbagai pihak secara bersama-sama.

Sehingga menjadi kekuatan bersama untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus transnasional.

”Kasus-kasus tersebut kemungkinan sebagai dampak negatif perlintasan orang, dan juga dampak negatif terhadap kita,” ujarnya.

Inspektur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny Franky Sompie berfoto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, kemarin. Bersama instansi terkait, pihak Imigrasi Batam akan meningkatkan pengawasan orang asing di perairan Batam. Foto: Fiska Juanda/batampos.co.id

Kegiatan ini melibatkan 300 peserta apel dan 50 personel inti yang akan mengawasi di laut.

Enam kapal milik negara (Beacukai, Polda Kepri, TNI AL, dan Imigrasi ) dikerahkan.

”Semoga kerja sama ini bisa meningkatkan pengawasan orang asing dan menjadi perwujudan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Kepala Imigrasi Kelas I Kota Batam, Lucky Agung Binarto, mengatakan, saat ini ada sekitar 9 ribu warga negara asing (WNA) di Batam pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

”Sehari-harinya sebagai pelancong sekitar 5-6 ribu orang keluar masuk Batam,” kata Lucky.

Kakanwil Kememhumham RI Kepri, Zaeroji, menuturkan, operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Laut Bhumi Pura digelar setiap tahun.

Hanya saja, terakhir dilakukan untuk darat dan laut tahun 2017 lalu.(ska)

Update