batampos.co.id – S alias M, oknum guru swasta yang diduga mencabuli siswa perempuannya ternyata berusaha kabur dari tempat tinggalnya di mes sekolah pada Kamis (5/9) sore.
Hal itu diutarakan sang Kepala Sekolah, Abu. Kata dia, sebelum menyeberang ke Tanjungbalai Karimun, Sy sempat mengontak salah satu guru.
Dalam percakapan di telepon, tutur Abu, Sy berniat ingin menjelaskan hal yang sebenarnya ke kepolisian.
”Dia sempat curhat katanya tak ada niat untuk kabur ataupun melarikan diri,” ujarnya.
“Tak tahu kenapa, ternyata sore itu dia sudah tak ada di mes tempat tinggalnya. Istrinya bilang kalau suaminya sudah menyeberang ke Tanjungbalai Karimun seorang diri,” ujar Abu lagi.
Abu mengaku tak tahu di Karimun, Sy tinggal di mana. Ia dihubungi kepolisian untuk ikut menjemputnya siang kemarin ke Pelabuhan Tanjungbalai Karimun untuk dibawa ke Batam.

Sampai kemarin, jumlah korban pencabulan yang dilakukan Sy belum bertambah, masih tetap enam orang.
Rinciannya, dari enam anak itu, tiga sudah mau menceritakan kejadian itu ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD).
Sedangkan dua anak lagi belum bisa diminta untuk menceritakan yang dialaminya. Dari enam korban, satu siswa yang diduga juga jadi korban pencabulan, dipindahkan oleh orangtuanya ke sekolah lain.
”Itu kemauan orangtua siswa, tak mungkin kami menghalanginya,” ujarnya.
Abu menegaskan, kejadian yang dilakukan S kepada anak didiknya, tidak mempengaruhi aktivitas belajar mengajar di sekolah.
”Intinya semua siswa dan proses belajar mengajar masih tetap berjalan normal seperti biasa,” jelasnya.
Namun, lanjutnya, pihak sekolah berkoordinasi dengan KPPAD untuk melakukan proses rehabilitasi atau pemulihan nama baik sekolah maupun pemulihan mental dan psikologi korban serta siswa lainnya yang bukan korban.(gie/gas/iza)
