Jumat, 10 April 2026

Ada Apa ya, Terowongan Pelita kok Dijaga Polisi

Berita Terkait

batampos.co.id – Pekerjaan proyek pemeliharaan underpass atau terowongan yang ada di Pelita, sudah mulai dikerjakan.

Kepadatan lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat baru tampak terjadi pada saat memasuki jam-jam sibuk.

Mengantisipasi kepadatan di terowongan Pelita, Satlantas Polresta Barelang menerjunkan anggotanya untuk mengurai kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati, mengatakan, Satlantas Polresta Barelang merekayasa arus dari arah Sungai Panas menuju Pelita dengan menutup jalan menuju terowongan.

Kendaraan yang akan menuju Pelita, diarahkan untuk belok kiri dan memutar di U-Turn depan diler Ford Batam.

Selanjutnya, kendaraan belok kiri untuk meneruskan perjalanan ke arah Pelita.

”Kami melakukan penutupan dan rekayasa arus ini agar dalam pelaksanaan renovasi underpass tidak terganggu dengan adanya kendaraan yang lalu lalang,” jelasnya.

“Petugas kita sudah kita siagakan di sana untuk mengurai kepadatan lalu lintas,” ujar Putu lagi.

Dijelaskan Putu, anggotanya akan disiagakan pada pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Kendaraan yang akan masuk ke terowongan Pelita dari arah Jalan Laksamana Bintan, Seipanas menuju Nagoya dialihkan melalui Jalan Yos Sudarso, Jumat (6/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kemudian pada saat sore hari, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

”Pada jam itu, merupakan jam berangkat sekolah dan pergi kerja. Begitu juga sore harinya pada jam pulang. Kalau sudah mulai tersendat, kita akan lang-sung melakukan pengaturan,” katanya.

Jika nantinya pekerjaan tersebut membutuhkan lebih banyak polisi, Putu akan menempatkan lagi anggota di sana.

Terowongan Pelita ditutup sebagian terhitung mulai 5 September 2019. Penutupan ini menyusul proses pemeliharaan dan perbaikan konstruksi yang dilakukan Badan Pengusahaan (BP) Batam selama sekitar satu setengah bulan.

Kontraktor yang mengerjakannya yakni PT Hajar Aswad Konstruksindo.

”Bagian jalan yang ditutup yakni jalur Seipanas menuju Nagoya,” kata Supervisor dari PT Hajar, Ramdan, Jumat (30/8/2019) lalu.

Adapun, pekerjaan yang dilakukan yakni pelapisan dinding beton terowongan dengan cairan gel.

”Kami mengerjakannya di bawah terowongan. Baru dilanjutkan dengan finishing pengecatan,” ujarnya.

“Waktu pekerjaan sekitar satu setengah bulan. Baru kemudian dilanjutkan dengan jalur yang sebelahnya,” paparnya.

Sedangkan Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita, mengatakan, perbaikan terowongan Pelita bertujuan untuk menjaganya agar tetap dalam kondisi bagus sehingga bisa bertahan sesuai dengan usia pakainya.

”Memang 90 persen kondisinya masih bagus. Tapi ada rembesan di sana dan perlu diperbaiki. Kalau tak diperbaiki akan berkarat dan kekuatan strukturnya akan hilang,” katanya, beberapa waktu yang lalu.

Proses pemeliharaannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan dengan anggaran bantuan dari APBN mencapai Rp 6,4 miliar.(*)

Update