batampos.co.id – Perhimpunan Melayu Raya Batam memulangkan 18 pemain dan 3 official tim Sekolah Sepakbola (SSB) Bina Prestasi yang terlantar di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.
Korwil Melayu Raya Batam, Hanzarin Alin, mengatakan 21 orang ini sedang dalam perjalanan menuju ke Kota Batam.
“Sudah kami berangkatkan Sabtu (7/9) siang ini. Insya Allah, sore sudah sampai di Balai Melayu Raya,” katanya, Sabtu (7/9/2019).
Ia mengatakan pemulangan ini, merupakan arahan langsung dari Pembina Utama Melayu Raya, sekaligus Wakapolda Kepri, Brigjen Yan Fitri Halimansyah.
“Pak Yan langsung meminta kami segera memulangkan mereka, dan mencarikan jalan keluarnya,” jelasnya.
“Setelah berdiskusi dengan pembina Melayu Raya lainnya, Pak Syamsul Bahri. Kami sepakat memulangkah mereka,” kata dia lagi.

Alin menjelaskan Wakapolda Kepri, Yan Fitri Halimansyah, prihatin saat mendengar kabar adanya atlet asal Kota Batam yang terlantar di kota lain.
“Pejabatnya banyak hidup mewah, kenapa tidak bisa. Ini bicara soal marwah Kepri,” tuturnya.
Saat tidak ada stakeholder yang bisa memulangkah 18 atlet dan 3 official SSB Bina Prestasi, Melayu Raya langsung bergerak. “Disitulah kami hadir,” ujar Alin.
Alin berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Karena sangat memalukan Provinsi Kepri.
“Harapan saya setiap Cabor atau instansi terkait perhatikan atletnya. Sehingga tidak ada lagi atlet yang tak bisa pulang setelah bertanding,” ujarnya.
Melayu Raya, kata Alin bukanlah organisasi untuk kepentingan politik. Ia mengatakan sejak didirikan Melayu Raya selalu berada di jalur sosial, seperti yang diamanatkan oleh Brigjen Yan Fitri Halimansyah.
“Sejak 2016 hingga kini. Kegiatan kami semua sifatnya sosial,” tuturnya.(ska)
