batampos.co.id – Hingga Agustus 2019, Batam telah dilanda 262 kali kebakaran. Dari jumlah tersebut, 120 kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung seluas 196 hektar.

Kasubdit Humas dan Publikasi BP Batam, Yudi Hari, mengungkapkan, selain kebakaran di hutan lindung, kebakaran juga terjadi di kawasan semak belukar dan pemukiman.

“78 kebakaran terjadi di kawasan semak belukar dengan luas area 58,4 hektar dan kebakaran di pemukiman sebanyak 64 kejadian,” katanya Jumat (6/9/2019) di Media Centre BP Batam.

Dari 120 kebakaran yang terjadi di hutan lindung, 89 diantaranya terjadi di wilayah kerja BP Batam pada bulan Maret dan Februari.

“Pada Februari, ada 46 peristiwa kebarakan di area seluas 63,5 hektar. Sedangkan pada Maret, ada 43 peristiwa dengan area mencapai 70,9 hektar,” ujarnya.

Kebakaran di hutan sekitara Dam Mukakuning. Tahun ini BP Batam encatata ada 262 kali kebakaran di Kota Batam. Foto: dokumentasi batampos.co.id

Jumlah kebakaran tahun ini termasuk tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 178 peristiwa. Yudi menuturkan bahwa penyebabnya yakni karena musim kemarau.

“Dipicu angin kencang, dan juga bahan bangunan rata-rata kering sehingga menambah kobaran api dengan cepat,” jelasnya.

“Ada juga yang terjadi akibat arus pendek atau korsleting listrik atau elpiji meledak,” ungkapnya.

Sementara untuk lokasi kebakaran yang terjadi di Batam, kawasan Duriangkang dan Sagulung menjadi dua tempat tertinggi sepanjang tahun 2019.

Dengan angka 90 dan 65 kejadian. Kemudian disusul Sekupang dan Nongsa diurutan ketiga dan keempat.

Untuk mengantisipasi kebarakan, BP Batam sudah menyiapkan 121 petugas penanggulangan bahaya kebakaran (PBK) yang tersebar di tujuh pos pemadam kebakaran.(leo)