batampos.co.id – Maurice kini bisa berkokok dengan tenang. Tetangganya tak bisa lagi protes.

Sesuai putusan pengadilan, Kamis (5/9/2019) lalu, bersama dengan pemiliknya, Corinne Fesseau, ayam jago asal Pulau Oleron, Prancis, itu malah berhak mendapat ganti rugi EUR 1.000 atau setara Rp 15,6 juta.

”Saya kehilangan kata-kata,” ujar Fesseau mengungkapkan rasa gembiranya.

Maurice menjadi tenar gara-gara ada pasangan suami istri yang menggugatnya ke pengadilan dua tahun lalu.

Pasangan pensiunan itu punya rumah untuk berlibur di dekat kediaman Fesseau. Mereka merasa terganggu karena Maurice selalu berkokok saat pagi pukul 06.30.

Corrine Fesseau bersama ayam jagonya, Maurice. Foto: nbcnews.com

Versi pasangan tersebut, Maurice mengganggu liburan mereka. Jagat maya tak terima. Dukungan untuk Maurice mengalir deras.

Warganet merasa bahwa yang dilakukan Maurice adalah wajar. Petisi berjudul Save Maurice didukung 140 ribu orang.

Dukungan tidak hanya datang dari Prancis, tapi juga dari berbagai penjuru dunia, termasuk AS.

”Anda harus menerima tradisi lokal,” tegas Christophe Sueur, wali kota Saint-Pierre-d’Oleron, mendukung Maurice.

Dia juga meminta agar suara sapi, katak, bel gereja, dan sebagainya juga dilindu­ngi agar tak ikut digugat.(sha/c6/ayi/jpg)