batampos.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyusun rute (trase) jalan tol dalam kota untuk Batam. Targetnya, akhir tahun ini akan selesai. Dari trase yang tengah disusun tersebut, diketahui bahwa jalan tol di Batam akan dibuat melayang. Namun, menanggapi isu yang sudah beredar di media nasional itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam buru-buru membantahnya.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita mengatakan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan Kementerian PUPR mengenai pembangunan jalan tol tersebut. Ia menduga, isu tersebut sengaja dihembuskan oleh Hutama Karya (Persero). Boy cukup mengapresiasinya, karena berkaitan dengan kepenti-ngan Batam. Tapi untuk realisasinya masih butuh waktu yang sangat panjang.

”Begini, aset jalan kan berada di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam. Tapi kami belum pernah diajak. Di samping itu, pembangunan jalan tol masih memerlukan banyak pertimbangan, khususnya dari segi kelayakan dan juga pengembalian modalnya,” kata Boy, Senin (9/9) di Gedung BP Batam.

Menurut Boy, dari segi kelayakan, Batam belum memerlukan jalan tol. Penyebabnya karena jalanan di Batam sudah lebar-lebar. Justru, yang diperlukan Batam saat ini adalah transportasi massal untuk mobilisasi warga.

ilustrasi

”Kalau untuk Batam, transportasi massal yang dibutuhkan, seperti LRT (Light Rapid Transit) atau kereta api. BP sudah memiliki rancangan trase LRT. Tapi memang prosesnya masih panjang. Karena prosesnya masih di perencanaan tingkat awal,” ungkapnya.

Sedangkan Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional 1 (Satker PJN 1) Kepri dari Kementerian PUPR Endry Z Jamal mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Jambi-Kepri Kementerian PUPR.

”Sampai saat ini, kami masih menunggu informasi dari BPJN IV. Kami berharap dapat terealisasi segera. Dukungan pemerintah daerah sangat kami perlukan untuk mempercepat pelaksanaan,” ungkapnya.

Isu mengenai pengemba-ngan trase jalan tol di Kota Batam berembus setelah Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol Hutama Karya, Agung Fajarwanto, mengungkapkan bahwa nanti hampir 70 per-sen struktur jalan tol di Batam yang bakal dikembangkan akan dibuat melayang. Saat ini, rute itu tengah disusun dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Rute jalan ini rencananya akan membentang dari Bandara Hang Nadim hingga Batuampar sepanjang 25 kilometer melewati kawasan padat penduduk. Langkah berikutnya adalah penetapan lokasi oleh pemerintah daerah, sebelum akhirnya penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Adapun untuk kebutuhan investasi, hingga kini masih dalam proses perhitungan. Namun, sebagai gambaran, untuk membangun konstruksi jalan berbayar secara umum atau at grade, mencapai Rp 100 miliar per kilometer. Jumlah itu diperkirakan meningkat 3 hingga 4 kali lipat untuk jalan layang. (leo)