batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat jumlah pencari kerja (pencaker) yang direkrut oleh pihak perusahaan tidak berubah setiap tahunnya.

Kadisnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, grafik jumlah pencaker di kota Batam masih cukup tinggi.

“Jumlah pencaker yang tercatat di kita belum ada perubahan yang signifikan, yakni sekitar diangka 41 ribu jiwa per tahun,” katanya saat meninjau proses perekrutan karyawan di kawasan Multi Puspose Hall (MPH) Batamindo, Seibeduk, Selasa (10/9/2019).

Kata dia, dari jumlah tersebut hanya sekitar 50 persen saja yang terekrut per tahun.

“Itulah situasi yang kita hadapi saat ini, segitu-gitu saja. Yang cari segitu, yang direkrut segitu juga,” jelasnya.

Para pencari kerja memenuhhi Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning. Foto: Yulitavia /batampos.co.id

Menurutnya, hal itu terjadi karena perusahaan di Kota Batam ada yang pergi dan ada  datang.

Sehingga jumlah tenaga kerja yang direkrut jumlah tidak berubah. Tingginya angka pencaker kata dia, disebabkan banyak faktor.

Selain minimnya lowongan kerja, faktor pendatang baru juga menjadi penyumbang terbesar angka pencaker di Kota Batam.

“Ada baru tamat sekolah, pendatang baru dan lain sebagainya.Tapi kita tetap maksimal untuk mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2019 ini, sudah hampir separuh pencaker yang terekrut baik di kawasan industri Batamindo, ataupun perusahaan-perusahaan lainnya.

Selain karena adanya ekspansi atau pengembangan usaha dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada , beberapa perusahaan baru juga sudah menanamkam modalnya di Kota Batam.

“PT Pegatron misalkan, target 800 tenaga kerja tahun ini dan yang sudah direkrut sekitar 300-an,” kata Rudi.(eja)