batampos.co.id – Warga yang ingin bertemu Wali Kota Batam Muhammad Rudi maupun Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, harus banyak bersabar. Pasalnya, jika dulu warga bisa menunggu kepala daerah di lantai lima yang juga merupakan ruangan kantor Wali Kota dan wakilnya berada, kini hal itu tak bisa dilakukan lagi. Para tamu dibatasi hanya bisa mengakses ruangan hingga lantai empat saja.

Pembatasan ini bahkan diikuti dengan tidak adanya akses lift ke lantai tersebut. Tidak hanya itu, akses lewat tangga menuju lantai lima juga dipasang pintu yang hanya bisa diakses petugas. Padahal sebelumnya, pintu kaca yang berada persis di depan ruangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saja yang aksesnya dibatasi.

”Saya disuruh tunggu di sini. Enggak tahu juga kenapa,” kata seorang warga yang enggan namanya disebut, saat menunggu untuk bertemu wali kota di lantai empat Kantor Wali Kota Batam.

Untuk diketahui, sebelumnya lantai empat banyak digunakan untuk berbagai ruang pertemuan.

Dua pekerja merapikan bagian dalam ruang tunggu tamu di lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Senin (9/9).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Pemko Batam Efrius menyampaikan, walau ada pembatasan, namun aktivitas penerimaan tamu berjalan seperti biasa. Bahkan, kini di lantai empat tengah dipersiapkan ruang khusus untuk tamu. Ruang tersebut kini sedang dikerjakan.

”Untuk tamu disiapkan ruang khusus. Yang di lantai lima untuk ruang tunggu pertemuan, misalnya ada kunju-ngan dari daerah lain,” kata Efrius.

Menurutnya, hal ini semata-mata untuk membuat tamu nyaman. Dengan menyiapkan ruangan yang representatif bagi tamu.

”Dulu, kadang kalau kedatangan tamu dari daerah lain dan tamu dalam daerah, kan tabrakan acara-nya, jadi ramai lantai lima. Tempat yang terbatas jadi banyak yang berdiri juga,” imbuhnya.

Tidak hanya akses ke lantai lima yang kini sudah terbatas. Akses masuk ke Kantor Wali Kota Batam juga diperketat. Sebelum pintu utama, sudah ada petugas Satpol PP Batam yang berjaga. Selanjutnya, pengunjung masih harus mengisi daftar hadir pada penjagaan bagian dalam.

Selain pembatasan akses, pengawalan wali kota juga tidak seperti dulu. Biasanya, wali kota hanya dikawal satu hingga dua orang, kini pengawalan mencapai empat orang. (iza)