batampos.co.id – Anggaran pembangunan dan pelebaran ruas jalan di Jalan Laksamana Bintan, Kota Batam, berasal dari APBD Pemprov Kepri.

Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, saat meninjau progres pembangunan dan pelebaran jalan tersebut.

Isdianto juga menjelaskan, jika pengerjaan yang dilakukan sudah berjalan baik. Begitu juga dengan kualitas hasil pengerjaannya juga sudah sesuai.

Baca Juga: Alasan Wali Kota Batam Meminta Jalan Laksamana Bintan Dibongkar

“Kami perlu ingatkan, bahwa pembangunan ataupun pelebaran jalan di sepanjang Jalan Laksamana Bintan yang berjalan ini berasal dari APBD Provinsi Kepri,” jelasnya, Rabu (11/9/2019).

Plt Gubernur Kepri, Isdianto, melihat plang pengerjaan pembangunan dan pelebaran di ruas Jalan Laksamana Bintan, Sei Panas, Kota Batam. Foto: Galih/batampos.co.id

“Plangnya perlu diperjelas agar masyarakat tahu jika jalan ini dari kami Provinsi Kepri. Karena itu uang masyarakat yang kami gunakan untuk pembangunan jalan, istilahnya dari masyarakat kembali untuk masyarakat,” terangnya.

Baca Juga: Terimakasih Pak Gubernur, Bantu Perbaiki Jalan di Batam

Data proyek strategis di Kota Batam, khususnya dari Dinas PU, Penataan Ruang dan Pertanahan Kepri di Batam, ada peningkatan di jalan simpang BNI hingga simpang Underpass yang ditinjau Plt Gubernur bernilai Rp 60 miliar.

Tahun 2017 nilai anggaran Rp 13,4 miliar, sama seperti tahun 2018 yang juga Rp 13,4 miliar.

Sementara untuk tahun 2019 ini Rp 8,,5 miliar lebih. Sedangkan untuk tahun depan sekitar Rp 37,25 miliar.

Baca Juga: Wali Kota Minta Jalan Laksamana Bintan Dibongkar

Kemudian peningkatan Jalan Simpang Frengky hingga simpang BNI senilai Rp 25 miliar. Tahun depan akan dilanjutkan setelah dimulai tahun 2017 dengan anggaran Rp 1,8 miliar.

Tahun 2020 mendatangm, nilai anggarannya sekitar Rp 23,2 miliar. Sementara jalan Simpang Kalista hingga Simpang Frengky sepanjang 1,7 km nilai anggarannya Rp 25 miliar.(gas)