batampos.co.id – Kapal Pelni KM Bukit Raya kembali me-ngalami insiden. Kedua baling-baling bagian depan lambung rusak, setelah tersangkut jaring nelayan.

Namun, sejauh ini pihak Pelni mengatakan bahwa kerusakan dua baling-baling tersebut tidak mengganggu rute pelayaran.

General Manager Terminal Poin Natuna Mardhany me-ngatakan, tersangkutnya dua baling-baling Bukit Raya terjadi saat melintas di Sungai Kapuas, Pontianak pada Minggu (8/9/2019) sore. Saat itu, kapal berlayar dengan tujuan Natuna.

”Kipas baling-baling tersangkut jaring ikan nelayan. Pelayaran tidak terganggu, hanya saja kapal sulit merapat di pelabuhan,” kata Mardhany, Selasa (10/9).

Setelah kerusakan tersebut, kapal tidak dapat merapat di Pelabuhan Serasan, Midai, Tarempa, dan Letung. Bahkan untuk merapat di Pelabuhan Selat Lampa harus ditarik mooring boat.

General Manager Terminal Poin Natuna, Mardhany saat memantau KM Bukit Raya sedang merapat di pelabuhan Selat Lampa.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

”Tadi malam kapal dibantu ditarik mooring boat untuk merapat di Pelabuhan Selat Lampa. Tapi di Pelabuhan Serasan, Midai, Tarempa, dan Letung harus lego jangkar.”

Mardhany menyatakan, sejauh ini pihak Pelni belum memutuskan perubahan jadwal pelayaran. Karena pengecekan kapal setelah kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

”Apakah kapal harus docking sementara atau ada kapal pengganti, keputusannya setelah kapal tiba di Tanjung priok.

Sekarang kapal bertolak dari Tarempa menuju Letung,” jelasnya. Seperti diketahui, keberadaan KM Bukit Raya melayani rute Natuna sa-ngat membantu masyarakat Natuna, terlebih sejak harga tiket pesawat melambung. Moda transportasi laut menjadi andalan masyarakat. (arn)