batampos.co.id – Program mempercantik kota dengan mural tidak ada yang baru. Sejumlah lokasi seperti dinding dekat terowongan, simpang Polsek Lubukbaja juga beberapa dinding beton ke arah Planet Holiday Hotel masih tampak kosong.

”Belum ada lagi (titik baru). Memang ada yang datang (membicarakan rencana mural) tapi belum ada titik terang,” kata Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Irwan, kemarin.

Ia mengaku, ada yang berminat tapi hanya mampu mempersiapkan material se-perti cat dan bahan pendukung mural.

Untuk anggaran bagi pemural tidak ada. ”Lokasi yang mereka tawarkan juga kecil yakni simpang Polsek Lubukbaja,” terang Irwan.

Pihaknya kini tengah menunggu ketika ada pihak yang ingin berpartisipasi. Pemko Batam juga sudah membuka sosialisasi tersebut melalui website bersama Forum Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TSP).

Seorang warga berjalan di depan mural di kawasan Batam Center, Selasa (13/3) lalu. Program untuk mempercantik kota ini jalan di tempat. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

”Kami sifatnya menunggu, sosial sudah dilakukan,” ucapnya.

Diketahui, program mural ini muncul di 2018 lalu dengan melibatkan Corporate Social Responsibility (CSR).

Akan tetapi, baru beberapa titik yang dipercantik mural, seperti depan Graha Sulaiman, depan Masjid Al Falah, Lubukbaja, seberang Hotel Evitel, dan di simpang Gelael, Batam Kota.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan bahwa ia akan menggandeng perusahaan-perusahaan swasta agar dana CSR bisa disalurkan untuk beberapa kegiatan mempercantik Kota Batam.

“Ini baru itu ya (mural), taman juga kami buka kesempatan swasta untuk ikut serta,” jelas Rudi.

Ia mencontohkan, keterlibatan pihak ketiga memba-ngun Taman Tuah Melayu di pinggir Jalan Raja Haji Fisabilillah.

”Menghadirkan konsep bernuansa budaya dan meng-ambil tema Melayu, taman ini merupakan taman yang dibangun bersama PGN (Perusahaan Gas Negara),” ungkapnya.(nji)