batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) terus menggesa penyelesaian proyek fisik jelang akhir tahun ini.

Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur, mengatakan, pengerjaan saat ini sesuai dengan target.

Proses pembangunan dan penataan jalan baik Pemko Batam, Provinsi dan Nasional dalam tahap finalisasi sesuai anggaran tahun ini.

“Sudah 60-70 persen pengerjaan sesuai dengan anggaran tahun ini. Tapi kalau yang lanjutan masih akan dikerjakan tahun depan,” ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Yumasnur menjelaskan beberapa jalan sudah dihentikan pengerjaanya karena sudah selesai, seperti penataan di Tiban Princes.

Selanjutnya pelebaran masih terus berjalan seperti di depan sekolah Yos Sudarso dan beberapa titik lainnya.

“Karena cuaca cukup mendukung jadi pelaksanaan sesuai dengan target,” imbuhnya.

Yumasnur menambahkan, penuntasan proyek pelebaran jalan menuju terowongan masih berkelanjutan.

Mudah-mudahan tidak ada kendala, sehingga jalan tersebut selesai sesuai dengan perencanaan awal.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto, meninjau proyek pelebaran jalan provinsi yang berada di sepanjang Jalan Laksamana Bintan mulai dari Simpang Frengky hingga pelebaran badan jalan depan Patung Kuda Seipanas, Rabu (11/9/2019). Foto: Galih/batampos.co.id

Semua proyek pelebaran terus dikebut tahun ini. Seperti pelebaran jalan Diponegoro atau Sekupang menuju Batuaji yang dikerjakan pusat.

Pelebaran tahap pertama sudah hampir selesai. Selanjutnya akan dilakukan pengaspalan hingga Seitemiang tahun ini.

“Rencana awal hingga simpang Basecamp dan dilanjut anggaran 2020 mendatang. Kalau yang itu langsung aspal mereka. Masih progres semua kalau jalan,” terangnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin mengatakan Pemko Batam berupaya memaksimalkan pengerjaan seluruh proyek yang telah disepakati bersama DPRD Batam.

Memasuki triwulan ketiga ini pengerjaan sudah semakin baik. Beberapa proyek yang dalam proses tender sudah mulai dikerjakan.

Pihaknya meminta seluruh dinas terkait untuk mengawasi jalannya proyek fisik ini. Ia berharap semua berjalan sesuai dengan jadwal dan tidak ada asal siap.

“Harus betul diawasi. Itu bangunan kan mau dipakai lama. Jangan sampai baru dibangun sudah rusak,” imbuhnya.

Jefridin juga menegaskan agar dinas memastikan proyek berjalan sesuai waktu yang telah disepakati tanpa adanya kendala.

“Pastikan tidak ada keterlambatan penyelesaian. Karena sesuai target seluruh proyek harus sudah selesai 30 November mendatang,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta pengerjaan tidak asal jadi karena mengejar target penyelesaian. Menurutnya ada beberapa proyek yang dikerjakan tahun lalu tidak berjalan dengan baik.

“Kami ingin dinas terkait benar-benar mengawasi ini. Proyek yang sudah direncanakan harus diselesaikan dengan baik. Proyek besar maupun kecil harus sempurna sesuai batas waktu,” tutupnya.(yui)