batampos.co.id – Kemampuan pasokan listrik kelistrikan Batam-Bintan kembali mengalami penurunan pasokan sebesar tiga persen atau sekitar 12 MW, akibat gangguan mesin pembangkit peaker Gas Turbin di Panaran sehingga mesin ini tidak dapat dioperasikan.

Untuk mengesa pemulihan sistem kelistrikan tersebut, bright PLN Batam akan melakukan pemadaman bergilir.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, mesin pembangkit peaker Gas Turbin di Panaran tim pemeliharaan PT DEB/PT MEB sebagai IPP atau pemilik mesin, telah melakukan upaya perbaikan.

Namun sampai hari ini belum berhasil mengatasi gangguan pada alat kontrol vibrasi yang menjadi penyebab mesin tidak dapat dioperasikan.

Tim pemeliharaan sedang mengupayakan untuk segera mengatasi gangguan tersebut secepatnya.

Tim pemeliharaan mengupayakan saat mengatasi gangguan mesin pembangkit di Panaran. Foto: bright PLN Batam untuk batampos.co.id

Dengan berkurangnya kemampuan pasokan listrik ke sistem Batam-Bintan menyebabkan PLN Batam melakukan pemadaman secara terbatas.

Khususnya pada beban puncak siang pukul 13.30-16.00 WIB dan malam pukul 18.00 – 21.00 WIB.

Disamping itu, suhu udara di pulau Batam yang mengalami peningkatan, akan menteriger melonjaknya pemakaian listrik.

Oleh karena itu PLN Batam memohon kesediaan pelanggan untuk melakukan pengurangan penggunaan tenaga listrik, khususnya waktu beban puncak siang dan malam.

Pengurangan pemakaian listrik pelanggan dapat meminimalisir besar dan lamanya pemadaman.

Alokasi Jadwal dan area pemadaman terbatas dapat dilihat di website PLN Batam. Karena hal tersebut, manajemen bright PLN Batam memohon maaf atas belum normalnya keistrikan Batam.

Manajemen PLN Batam tetap berkomitmen untuk selalu memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat Pulau Batam.(*/esa)