batampos.co.id – Kebakaran hebat terjadi di Kampung Danau Merah RT 03/RW 26 Kelurahan Buliang, Batuaji, Kamis (12/9/2019) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebanyak 16 unit rumah semi permanen ludes dilahap si jago merah dalam waktu satu jam. Api cepat membesar dan merambat karena tiupan angin cukup kencang.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, hanya saja belasan kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.

Api menghanguskan 16 rumah berserta isinya. Empat unit armada pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kebakaran tak bisa membantu sepenuhnya.

Sebab, akses jalan masuk tidak memungkinkan karena terlalu sempit. Pemadam hanya bisa menyelesaikan sisa-sisa api di reruntuhan bangunan rumah yang sudah rata dengan tanah.

Informasi yang didapat di lapangan, api bersumber dari rumah paling depan yang berada di posisi terendah.

Rumah ini dihuni oleh Indra, remaja 15 tahun, dan seorang adik perempuan yang berusia sekitar lima tahun.

Warga menyiram api yang membakar 16 rumah liar di Kampung Danau Merah, Buliang, Batuaji menggunakan ember dan peralatan seadanya, Kamis (12/9/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Orangtua mereka sedang kerja. Menurut Indra, api bersumber dari dalam kamar tidur mereka yang diduga karena sambungan arus pendek.

”Korslet pak karena dari semalam kedap kedip lampu di kamar itu,” ujar Indra di lokasi kejadian.

Api dari dalam kamar tidur dengan cepat membesar sehingga membuat Indra panik. Dia menyelamatkan adiknya keluar rumah dan api terus membesar menghanguskan ke seluruh rumahnya.

Ramli Simatupang, warga setempat, mengatakan, saat api mulai membesar di rumah sumber api, puluhan warga setempat langsung mencoba memadamkan api dengan air seadanya.

Namun karena tiupan angin yang cukup kencang ke arah perbukitan maka api dengan cepat merambat ke belasan rumah lainnya.

Salah satu warga Kampung Danau Merah, Buliang, Batuaji yang rumahnya terbakar, menangis histeris, Kamis (12/9/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Dalam waktu sekitar satu jam 16 rumah yang berhimpitan ke atas perbukitan habis dilahap api.

Lurah Buliang, Ramadani, di lokasi kejadian membenarkan kejadian itu dan memastikan ada 16 rumah yang terbakar.

Begitu juga dengan Camat Batuaji, Ridwan, turut prihatin dengan musibah tersebut. Untuk mengakomodir kebutuhan para korban kebakaran, Ridwan telah berkoordinasi dengan Dinsos dan Tagana untuk pemasangan tenda penampungan sementara.

”Untuk sementara kita usahakan tenda darurat dulu. Sudah koordinasi denhan Dinsos dan Tagana juga. Kebutuhan lain seperti peneranga, makanan dan pakain akan segera nyusul,” ujar Ridwan.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, membenarkan musibah kebakaran tersebut dan mengaku masih dalam proses penyelidikan.

”Ada 16 rumah. Kemungkinan dari kosleting. Masih kami dalami,” kata Dalimunthe.(eja)