batampos.co.id – Kabut asap kian hari makin terlihat jelas di Kota Batam. Jarak pandang di Landasan Bandara Hang Nadim, sempat turun menjadi 6 ribu meter yang sebelumnya di atas 10 ribu meter.

Meski begitu jarak pandang tersebut dinilai masih aman untuk penerbangan. Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, menyebutkan, kabut asap disebabkan akumulasi Kebakaran hutan dan lahan Karhutla) di Provinsi Kepri.

“Kemungkinan ada beberapa kebakaran yang tidak terdeteksi satelit, kabut asap ini, merupakan kumpulan asap beberapa hari,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Suratman tidak dapat mengetahui pasti kapan kabut asap akan mulai pudar di langit Batam. Hanya saja lanjutnya, salah satu faktor yang dapat meminimalisir asap adalah hujan.

Kebakaran di hutan sekitara Dam Mukakuning. Hingga pertengahan Sepetember 2019, BP Batam encatata ada 262 kali kebakaran di Kota Batam. Foto: dokumentasi batampos.co.id

“Kami berharap lintasan kabut asap (Dari Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan) tidak menuju ke Kepri,” ucapnya.

Kata dia, apabila asap menuju Kepri, bisa dipastikan kabut asap akan semakin tebal.

Suratman juga memastikankabut asap di Batam, bukanlah kiriman dari luar Provinsi Kepri.

Kabut asap lebih disebabkan adanya kejadian kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Kepri akhir-akhir ini.

“Kami terus memantau trejektori asap melalui citra satelit himawari,” ungkapnya.

Kata Suratman hingga Jumat (13/9) siang, terpantau sebanyak 6 titik api di Kepri. Tersebar di Kabupaten Karimun, Lingga dan Natuna.(ska)