batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menyatakan keseriusannya mengembangkan Pasar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang menempati gedung Pasar Grand Niaga Mas, Batam Kota.

Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau menyebutkan, pasar itu tidak hanya menawarkan harga lebih rendah, tapi juga akan didukung transaksi online, tanpa menghilangkan transaksi langsung yang juga masih dilakoni masyarakat.

”Sasaran kami juga seperti itu (transaksi nontunai) kami kerjasamakan dengan perbankan,” kata Gustian, Jumat (13/9).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan konsep pesan antar bagi masyarakat yang tidak sempat ke pasar.

Namun demikian, ia mengaku kedua inovasi ini perlu dipersiapkan secara matang, sebelum diterapkan.

Pramono, pelukis, sedang membuat gambar tiga dimensi (3D) di kawasan Pasar TPID yang me-nempati lokasi Pasar Grand Niaga Mas, Batam Center, Jumat (13/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Setelah beroperasi nanti, langkah ke depan, kami akan buka online, (pesanan) bisa diantar ke rumah masing-masing (pembeli), kalau masyarakat sibuk bisa pesan dan tambah biaya antar,” ucapnya.

Ia mengaku, distributor bersemangat ikut andil menyiapkan pasar ini. Seperti yang ia sampaikan sebelumnya, harga di pasar ini tentu di bawah harga pasar pada umumnya.

Ia menyampaikan, tidak hanya diisi distributor, dalam pasar ini bergabung pedagang-pedagang dari asosiasi pedagang kaki lima (AKLI).

Walau bukan distributor, harga yang dijual pedagang-pedagang ini disebut akan murah dibanding pasar pada umumnya.

”Kelak, pedagang ini akan pakai seragam, tidak semrawut,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait upaya untuk mengendalikan pedagang yang memanfaatkan Pasar TPID dengan membeli dalam partai besar untuk dijual kembali, Disperindag dan ditributor akan melakukan pengawasan.

Namun, pihaknya mengaku belum mengeluarkan aturan terkait batasan jumlah yang bisa dibeli warga.

”Batasannya akan diatur penjual masing-masing, petugas kami akan awasi. Pasar itu hanya untuk kebutuhan rumah tangga, pedagang akan melihat untuk apakah pembeli membeli untuk kebutuhan pribadi atau jual kembali,” ucapnya.

Pasar ini kelak akan diresmikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang direncanakan pada 21 September mendatang.

Selain itu, ada pejabat dari Kemendag yakni Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Tjahya Widayanti, serta dijadwalkan hadir Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) Diah Natalisa.(iza)