batampos.co.id – Kepala Dinas Perindustian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkop) Pemkab Natuna, Agus Supardi, mengatakan, kapal tol laut yang melayani rute Natuna belum sepenuhnya mengatasi disparitas harga kebutuhan pokok.

Beberapa penyebabnya, kata Supardi, pemasok maupun pedagang masih minim menggunakan kapal tol laut untuk memasok kebutuhan pokok. Menyebabkan harga kebutuhan pokok masih tinggi.

“Tol laut belum sepenuhnya berhasil mengatasi disparitas harga. Karena pemasok di Ranai masih banyak gunakan kapal barang yang merapat di Penagi,” kata Supardi, Jumat (13/9/2019).

Pelabuhan barang Penagi, Natuna masih menjadi primadona bagi pedagang untuk membawa barang dagangan dari Jakarta atau daerah lainnya di Kepri. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

Padahal kapal tol laut untuk mengurangi disparitas harga di daerah dengan memberikan subsidi mengurangi biaya angkut dari Tanjungpriok ke Natuna dan sebaliknya sebesar 50 persen.

Pemerintah, sambungnya, sudah melakukan sosialisasi kepada pengusaha di Natuna. Namun, persoalan letak Pelabuhan Selat Lampa cukup jauh dari Ranai.

Ini menyebabkan pengusaha harus menambah biaya angkut, dibanding kapal barang yang merapat di Pelabuhan Penagi.

“Alasan pedagang ini menye-babkan mereka masih gunakan kapal barang di Penagi. Bukan kapal tol laut yang merapat di Selat Lampa,” sebut Supardi.(aulia)